Efek Domino Nyata! Event Surabaya Dongkrak UMKM dan Hotel

SURABAYA – Lonjakan aktivitas ekonomi lokal menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar pada 18–19 April di Grand City Convention Hall, dengan dampak langsung dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor perhotelan, hingga pariwisata kota.

Perputaran uang meningkat signifikan seiring membludaknya peserta dan pengunjung dari berbagai daerah. Dampak ini mempertegas peran ajang olahraga komunitas sebagai katalis ekonomi daerah, bukan sekadar kompetisi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena mampu menggerakkan berbagai sektor secara simultan. Ajang ini bahkan dipandang sebagai instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis event.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa pengembangan domino tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi yang luas. “Kami punya visi yang sama untuk mengembangkan domino sebagai olahraga profesional yang juga punya nilai ekonomi,” katanya, sebagaimana dilansir Kontan, Rabu (22/04/2026).

Ia menambahkan, dengan jaringan organisasi yang telah tersebar di berbagai provinsi, peluang ekspansi domino sebagai industri olahraga terbuka lebar. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan Domino Corner di hotel dan pusat perbelanjaan guna memperkuat konektivitas antara olahraga dan sektor pariwisata.

Dari sisi penyelenggara, platform gim Higgs Games Island (HGI) turut melihat event ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Selain menghadirkan kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah tuan rumah.

Dampak paling terasa terjadi di sektor UMKM yang menjadi pusat keramaian selama acara berlangsung. Sejumlah pelaku usaha mencatat peningkatan omzet signifikan akibat tingginya arus pengunjung. “Penjualan naik sekitar 70–80%, bahkan beberapa produk habis lebih cepat,” ujar Rina Setiawan, pemilik KTB (Kita Tumbuh Bersama).

Sektor perhotelan juga mengalami peningkatan tingkat hunian, didorong kedatangan peserta dari luar daerah. Kondisi ini memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi penyelenggaraan event berskala nasional.

Pada sisi kompetisi, turnamen dimenangkan oleh Emansyah, peserta asal Gresik, Jatim, yang tampil konsisten sepanjang pertandingan. Ia menilai ajang berskala besar seperti ini membuka peluang bagi pemain untuk berkembang ke tingkat profesional.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut melalui HGI City Cup 2026 Surabaya Fest pada 25–26 April di Grand City Atrium, yang memadukan kompetisi domino dengan karnaval budaya dan pertunjukan musik. Agenda ini diharapkan semakin memperluas dampak ekonomi dan memperkuat daya tarik wisata kota.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, Surabaya Domino Tournament 2026 menunjukkan bahwa olahraga berbasis strategi mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem komunitas secara berkelanjutan. []

Penulis: Noverius Laoli | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *