UMKM Sulawesi Didorong Naik Kelas Lewat UMK Academy
MAKASSAR – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan intensif dalam program UMK Academy 2026 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pada 15–16 April 2026, sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di tengah perubahan pasar berbasis digital.
Kegiatan yang berlangsung di Toraja Room, Ibis City Center Makassar ini juga melibatkan mitra binaan dari Manado dan Gorontalo secara daring, sehingga memperluas jangkauan pembinaan di wilayah Sulawesi. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis UMKM melalui pelatihan berkelanjutan.
Senior Supervisor Corporate Social Responsibility (CSR) & Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Galarizky Wirgaharu Putra, menyampaikan bahwa pelatihan dirancang untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan praktis dan pemahaman tren pasar terkini.
“UMK Academy kami rancang untuk memberikan pembaruan wawasan sekaligus keterampilan praktis. Dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, kami ingin pelaku UMKM lebih siap menghadapi perubahan pasar,” ujarnya sebagaimana dilansir BKK, Rabu, (22/04/2026).
Materi yang diberikan mencakup manajemen usaha, strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga pengenalan konsep bisnis berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke platform digital dan produk ramah lingkungan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan bahwa penguatan UMKM membutuhkan proses berkelanjutan yang tidak dapat dilakukan secara instan.
“UMKM perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, pemahaman tren, serta kemampuan beradaptasi. Kombinasi inilah yang akan mendorong mereka naik kelas dan lebih kompetitif,” katanya.
Secara nasional, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan akses pasar, literasi digital, dan permodalan.
Melalui program ini, peserta didorong untuk mengembangkan inovasi produk, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan program pembinaan serupa akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penguatan UMKM adalah investasi jangka panjang. Dengan pembinaan yang tepat, kami optimistis UMKM lokal dapat berkembang dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujar Lilik. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
