Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog, Tambah Kapasitas 900 Ribu Ton

JAKARTA – Pemerintah mempercepat penguatan cadangan pangan nasional dengan menyiapkan pembangunan 100 gudang modern milik Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) senilai sekitar Rp5 triliun guna menambah kapasitas penyimpanan beras hingga 900.000 ton.

Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya produksi pangan yang mulai membebani kapasitas gudang yang ada, sekaligus memperkuat sistem penyimpanan pascapanen secara nasional. Proyek tersebut merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan yang dibahas dalam rapat koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pembangunan gudang akan mengadopsi teknologi modern agar mampu menjaga kualitas beras dalam jangka panjang. Ia mengacu pada kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait ketahanan penyimpanan hingga dua tahun.

Pembangunan gudang direncanakan tersebar di 92 kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 52 lokasi akan dibangun di atas lahan milik Bulog, sedangkan 48 lokasi lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah. Sebaran ini mencerminkan kebutuhan penyimpanan yang merata di berbagai daerah, seiring meningkatnya produksi beras lokal.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Hamdani, menyebutkan tambahan infrastruktur tersebut akan signifikan dalam mengurangi tekanan pada gudang yang sudah ada.
“Begitu ini ditanda tangan beliau, kita langsung dengan BUMN Karya langsung eksekusi nanti semuanya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (23/04/2026).

Ia menambahkan, banyak pemerintah daerah yang aktif mengusulkan hibah lahan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas penyimpanan di wilayah masing-masing.

Proyek pembangunan ini didukung anggaran sekitar Rp5 triliun yang bersumber dari kebijakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 tentang percepatan penyediaan infrastruktur pascapanen. Regulasi tersebut menjadi dasar hukum untuk mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kelancaran administrasi.

Meski jadwal konstruksi belum diumumkan secara rinci, Bulog menargetkan pembangunan segera dimulai setelah seluruh proses administrasi rampung. Pelaksanaan proyek akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi guna mempercepat realisasi di lapangan.

Dengan tambahan kapasitas penyimpanan dan dukungan teknologi, pemerintah berharap sistem logistik beras nasional menjadi lebih kuat, sehingga distribusi pangan tetap terjaga dan risiko kekurangan cadangan dapat diminimalkan di masa mendatang. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *