KAI Yogyakarta Hadirkan Inovasi Hijau untuk Penumpang

YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memperkuat komitmen transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan, mulai dari pengurangan emisi karbon hingga fasilitas pendukung gaya hidup berkelanjutan bagi pelanggan di stasiun dan kereta.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan transportasi publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat emisi karbon kereta api jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, bahkan dalam perjalanan sejauh 200 mil, emisi mobil bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan kereta api.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa penggunaan kereta api memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon secara nasional.
“Setiap harinya, pengguna kereta api dapat mengurangi sekitar 2.141 ton CO2 dan dalam setahun total pengurangan mencapai sekitar 780.528 ton CO2. Jika dibandingkan secara akumulatif, emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan KA terhadap kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor jauh lebih kecil dibandingkan apabila menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (23/04/2026).

Selain fokus pada aspek lingkungan, KAI Daop 6 juga meningkatkan kualitas layanan melalui penyediaan fasilitas pendukung kenyamanan pelanggan. Di area stasiun, perusahaan menyediakan tempat sampah terpilah berdasarkan jenis organik, anorganik, dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) guna mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik.

Feni menambahkan bahwa pengelolaan sampah tersebut dilakukan bersama mitra untuk memastikan proses berjalan optimal dan berkelanjutan. KAI Daop 6 juga mengedukasi pelanggan agar berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan selama menggunakan layanan kereta api.

Upaya lain yang dilakukan adalah penyediaan fasilitas water station di sejumlah stasiun untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Fasilitas ini tersebar di beberapa stasiun seperti Stasiun Yogyakarta, Solo Balapan, Lempuyangan, Purwosari, Wates, Klaten, Solo Kota, dan Palur. Water station merupakan fasilitas air minum gratis yang disediakan oleh KAI bagi para penumpang KA di stasiun. Para penumpang tinggal membawa botol minum sendiri dan dapat mengisikan air minum di mesin yang telah tersedia,” ungkap Feni.

Selain itu, KAI juga menerapkan sistem boarding berbasis face recognition yang memungkinkan penumpang naik kereta tanpa mencetak tiket, sehingga mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.

Di dalam kereta, penggunaan kantong berbahan ramah lingkungan turut diterapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik.
“Komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan dan kenyamanan pelanggan, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Melalui berbagai program seperti penyediaan fasilitas sampah terpilah, penggunaan material ramah lingkungan, hingga edukasi kepada pelanggan, kami berharap dapat mendorong terciptanya budaya transportasi yang lebih peduli lingkungan. Partisipasi aktif pelanggan menjadi kunci penting dalam mewujudkan ekosistem transportasi yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Feni.

Melalui berbagai inovasi tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta menargetkan terciptanya sistem transportasi publik yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *