BNI Perketat Risiko, Kredit Konstruksi Tetap Stabil

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menegaskan strategi pengelolaan risiko berbasis selektivitas pembiayaan dan pemantauan proyek berhasil menjaga kualitas kredit sektor konstruksi tetap stabil, dengan rasio kredit bermasalah tetap di bawah 1 persen di tengah tantangan industri.

Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas aset, khususnya pada sektor konstruksi yang masih menghadapi dinamika pasar.

Direktur Commercial Banking BNI M Iqbal mengatakan capaian rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor konstruksi menunjukkan tren perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. “Rasio NPL konstruksi kami berada di bawah 1% dan menunjukkan perbaikan,” ujarnya sebagaimana dilansir Kontan, Kamis, (23/04/2026).

BNI menargetkan rasio NPL sektor konstruksi tetap terjaga di bawah 1 persen hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya mempertahankan kualitas aset secara berkelanjutan.

Dari sisi bisnis, sektor konstruksi masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit perseroan. Pembiayaan difokuskan pada proyek dengan fundamental kuat, seperti pembangunan infrastruktur, perumahan, dan kawasan industri.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, BNI menerapkan prinsip quality growth dengan meningkatkan selektivitas penyaluran kredit serta memperkuat proses underwriting berbasis arus kas proyek.

Selain itu, perseroan juga menjalankan pengelolaan risiko secara disiplin melalui pemantauan proyek secara lebih rinci, penerapan skema pencairan kredit berbasis progres, serta optimalisasi sistem peringatan dini atau early warning system.

Langkah tersebut turut didukung oleh penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan guna memastikan ekspansi kredit tetap sejalan dengan kualitas aset yang terjaga.

Dengan strategi tersebut, BNI optimistis dapat mempertahankan stabilitas portofolio kredit di sektor konstruksi sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan yang sehat di tengah dinamika industri. []

Penulis: Selvi Mayasari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *