Dua Kali Terdampak Gogosan, Jalur KA di Cianjur Dikebut Perbaikannya

BANDUNG – Gangguan pada jalur rel akibat gogosan yang berulang di lintasan Cibeber–Lampegan, Kabupaten Cianjur, mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mempercepat pemulihan agar operasional kereta api, khususnya KA Siliwangi, segera kembali normal mulai Jumat (24/04/2026).

Upaya percepatan dilakukan setelah jalur tersebut kembali terdampak kerusakan pada Rabu (22/04/2026) pukul 20.38 WIB di Km 73+9/0, yang masih berada dalam satu blok dengan titik gangguan sebelumnya. Insiden ini menyusul kejadian serupa pada Minggu (19/04/2026) pukul 19.55 WIB di Km 74+9/0 yang sempat menghentikan perjalanan kereta di lintasan tersebut.

Juru Bicara (Jubir) PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menegaskan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak. “KAI Daop 2 Bandung terus mengoptimalkan upaya perbaikan di lokasi gogosan dengan melakukan perkuatan tubuh ban rel melalui penambahan material pada area terdampak. Kami menargetkan proses perbaikan ini dapat selesai hari ini,” ujarnya sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Kamis, (23/04/2026).

Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur tanah penopang jalur rel yang tergerus akibat tingginya debit air. Petugas prasarana melakukan pengisian material pada bagian yang terkikis guna memastikan stabilitas jalur dan keselamatan perjalanan kereta api.

KAI Daop 2 Bandung menyatakan, apabila proses pemulihan berjalan sesuai rencana, jalur rel tersebut akan kembali dinyatakan aman dilalui dalam waktu lebih dari 1×24 jam sejak perbaikan intensif dilakukan.

“Dengan selesainya perbaikan, diharapkan mulai Jumat, 24 April 2026, perjalanan KA Siliwangi dapat kembali beroperasi secara normal,” tambahnya.

Gangguan ini berdampak langsung terhadap layanan penumpang, terutama pengguna KA Siliwangi yang harus mengalami pembatasan perjalanan selama proses perbaikan berlangsung. KAI pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait operasional kereta.

Ke depan, KAI menegaskan akan terus meningkatkan keandalan infrastruktur jalur rel, terutama di titik rawan bencana, guna meminimalkan risiko gangguan serupa dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api. []

Penulis: Setiady Dwi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *