130 Stan Ramaikan Wonosobo Expo 2026, UMKM Naik Kelas

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menjadikan gelaran Wonosobo Expo 2026 sebagai instrumen strategis untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus mempercepat transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (23/04/2026).

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura tersebut dipimpin langsung Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Agenda ini menempatkan penguatan daya saing UMKM sebagai fokus utama, di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dan dinamis.

“Kita membangun zona terpadu promosi potensi daerah serta membuka peluang kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujar Afif, sebagaimana diberitakan Viva, Jumat (24/04/2026).

Pemkab Wonosobo mencatat tren pertumbuhan positif sektor UMKM dan koperasi hingga kuartal pertama 2026. Sebanyak 19.073 pelaku usaha kecil telah mengantongi sertifikasi halal mandiri, yang dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat legalitas produk di pasar.

Selain pameran, expo ini juga diarahkan sebagai ruang edukasi. Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi (Kemenkop) Fiter Baresman Silaen menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku usaha agar mampu menembus pasar lebih luas tanpa batas geografis.

Kegiatan ini turut menghadirkan berbagai workshop literasi digital sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform daring. Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Wonosobo Achmad Fathoni menyebut kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan komunitas, menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekonomi lokal.

“Expo ini menjadi momentum memperkuat identitas daerah dengan produk lokal yang inovatif dan kreatif,” jelas Fathoni.

Sebanyak 130 stan pameran turut meramaikan kegiatan ini dengan menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Momentum pascalebaran juga dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan omzet melalui interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen.

Selain itu, penyelenggaraan expo juga diramaikan festival koperasi desa dan pagelaran seni budaya, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha disabilitas sebagai bagian dari komitmen ekonomi inklusif.

Pemkab Wonosobo berharap kegiatan tahunan ini mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional hingga internasional. []

Penulis: Aris | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *