Pemko Banda Aceh Dorong UMKM Masuk Industri Parfum Global

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mendorong penguatan rantai nilai industri parfum berbasis komoditas nilam melalui pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (23/04/2026), sebagai langkah strategis memperluas daya saing produk lokal ke pasar nasional dan internasional.

Kegiatan pelatihan yang digelar di Hotel Hermes Palace tersebut dibuka langsung Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Banda Aceh sebagai kota parfum berbasis potensi unggulan daerah.

Menurut Illiza, pengembangan industri parfum tidak terlepas dari kekuatan bahan baku lokal yang telah dikenal dunia. “Nilam sebagai tanaman aromatik ini telah tumbuh selama berabad-abad di perbukitan Aceh dan kini menjadi salah satu bahan kunci dalam industri parfum dunia.”

Pada hari yang sama, Pemko Banda Aceh juga menandatangani Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding atau MoU) dengan Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization atau ILO) di pendopo wali kota sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan memperluas akses UMKM terhadap ekosistem usaha yang lebih inklusif. “Baik dalam membangun ekosistem rantai nilai yang inklusif, produktif, dan mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kk, Jumat (24/04/2026).

Ia menambahkan, Banda Aceh dipilih sebagai lokasi program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Program ini juga diarahkan untuk menciptakan peluang kerja baru melalui penguatan sektor hilirisasi nilam menjadi produk bernilai tambah, termasuk parfum. Pelatihan yang diberikan mencakup peningkatan keterampilan produksi hingga pemahaman pasar.

Pemko Banda Aceh berharap kolaborasi ini mampu mempercepat terwujudnya ekosistem industri parfum yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat produk berbasis nilam yang kompetitif di tingkat global. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *