UMKM Perempuan Jadi Fokus Kartini KBC 2026 di Jogja
SLEMAN – Penguatan peran perempuan dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama gelaran Kartini Kamajaya Business Club (KBC) 2026 yang berlangsung di Nara Kupu Jogja, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (26/04/2026), dengan menghadirkan ruang kolaborasi lintas generasi pelaku usaha perempuan.
Kegiatan bertema “Kartini Cantik: Berani, Berdaya, dan Kreatif” ini tidak sekadar memperingati Hari Kartini, tetapi diarahkan sebagai wadah strategis untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta membuka peluang pasar bagi perempuan wirausaha.
Ketua Panitia Kartini KBC 2026 Woro Danastri menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong perempuan agar lebih aktif dalam dunia usaha. “Perempuan hari ini punya peran besar, tidak hanya di rumah, tetapi juga dalam dunia bisnis. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa tetap berkarya dan berdaya di tengah berbagai peran yang dijalani,” ujarnya sebagaimana diberitakan Askara, Senin, (27/04/2026).
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan tahun ini memberikan perhatian lebih pada sektor UMKM dengan menghadirkan 20 pelaku usaha dari kalangan alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Produk yang ditampilkan mencakup kuliner dan nonkuliner dari berbagai angkatan, mulai dari alumni 1980-an hingga lulusan terbaru 2025.
Penanggung Jawab Tenant (PIC) Johana Ariestanti menilai kolaborasi lintas generasi menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha perempuan. “Di sini kita melihat kolaborasi lintas generasi. Ini penting untuk memotivasi perempuan yang masih ragu memulai bisnis,” jelasnya.
Selain pameran produk, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif, seperti Yoga Berkain for Women, lomba fotografi bertema Kartini, workshop snack bouquet, serta peragaan busana kebaya untuk anak dan remaja. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan aspek kesehatan, budaya, dan peluang ekonomi kreatif dalam satu platform.
Ketua Umum (Ketum) KBC Fransiscus Go menilai kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membangun jejaring usaha antaranggota. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi ruang untuk saling mendukung, bertumbuh, dan membangun jejaring antaralumni,” katanya.
Sementara itu, Public Relations (PR) KBC Sekar Tyas Nareswari menambahkan bahwa perempuan masa kini dituntut untuk adaptif dan berdaya saing. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi perempuan untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif.
Dengan target kunjungan hingga 1.000 orang, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk peserta dari luar daerah. Dukungan berbagai pihak turut memperkuat pelaksanaan acara sebagai platform kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KBC berharap lahir lebih banyak perempuan mandiri secara ekonomi serta mampu memperkuat sektor UMKM sebagai pilar penting perekonomian daerah di masa depan. []
Penulis: | Penyunting: Redaksi01
