Bulog Akui Hambatan Distribusi Minyakita, Ini Faktor Penyebabnya

JAKARTA – Distribusi minyak goreng rakyat Minyakita belum merata di berbagai wilayah, meski stok secara nasional disebut masih tersedia. Keterbatasan pasokan dari produsen serta tingginya biaya logistik menjadi faktor utama yang menghambat penyaluran, terutama ke kawasan Indonesia timur.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengakui penyaluran Minyakita di sejumlah daerah masih terkendala. Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisis Harga Bulog, Muhammad Wawan Hidayanto, menyatakan distribusi belum optimal karena suplai belum bertambah dari produsen.

“Minyakita komersial di beberapa wilayah memang sangat terbatas, belum ada tambahan pasokan lagi dari produsen,” ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, sebagaimana diberitakan Wjtoday, Selasa, (28/04/2026).

Sepanjang 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 92 ribu kiloliter Minyakita. Namun, distribusi di lapangan masih timpang, terutama di wilayah timur yang menghadapi tantangan geografis dan biaya distribusi tinggi.

Di wilayah seperti Maluku dan Papua, proses distribusi harus melalui jalur berlapis yang berdampak pada lonjakan ongkos pengiriman. Untuk wilayah Papua Pegunungan, misalnya, distribusi dilakukan melalui Jayapura sebelum menjangkau daerah pedalaman, sehingga menambah beban biaya logistik.

Selain faktor geografis, keterbatasan gudang penyimpanan dan minimnya modal mitra penyalur di daerah turut memperlambat distribusi. Kondisi ini membuat suplai tidak mampu menjangkau seluruh wilayah secara merata dalam waktu singkat.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai ketimpangan distribusi ini berdampak pada perilaku konsumen. Masyarakat di sejumlah daerah mulai beralih ke minyak goreng curah, yang kemudian memicu kenaikan harga di pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga minyak goreng nasional mengalami kenaikan sebesar 1,50 persen pada akhir April 2026, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa secara nasional ketersediaan Minyakita masih mencukupi. Pemerintah kini mendorong optimalisasi distribusi agar pasokan dapat lebih merata dan menekan gejolak harga di berbagai daerah.[]

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *