REWAKO 2026 Diluncurkan, UMKM dan Pesantren Siap Naik Kelas

MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memperkuat strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ekspor dan ekonomi syariah melalui peluncuran program UMKM dan Pesantren REWAKO (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) 2026 di Makassar.

Program yang diawali dengan kegiatan kick off ini dirancang sebagai model pembinaan terintegrasi dari hulu ke hilir atau end-to-end, mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan, mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan pesantren.

KPwBI Sulsel menargetkan penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah membangun sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna memperluas akses pemasaran global.

Selain itu, program ini juga mendorong keterhubungan UMKM dengan retailer modern agar produk lokal dapat masuk ke rantai pasok domestik secara lebih luas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Penguatan ekonomi berbasis syariah turut menjadi fokus melalui program Pesantren REWAKO. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas keterhubungan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebagai bagian dari implementasi tahun 2026, program UMKM REWAKO diikuti oleh 75 peserta dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, sementara program Pesantren REWAKO melibatkan 30 pesantren. Secara kumulatif, jumlah UMKM binaan dan mitra KPwBI Sulsel sejak program berjalan pada 2022 telah mencapai 517 unit usaha.

Bersamaan dengan peluncuran tersebut, KPwBI Sulsel juga memulai program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti oleh 30 UMKM. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi operasional dan perluasan pasar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem UMKM dan pesantren sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Selasa (28/04/2026).

Ke depan, KPwBI Sulsel akan terus memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), kementerian dan lembaga, serta pelaku usaha untuk memastikan program berjalan optimal. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, serta berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel. []

Penulis: Sri Wahyu Diastuti | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *