Harga Tiket Pesawat Naik, Hotel di Mataram Tetap Ramai saat Akhir Pekan
MATARAM – Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menyebut lonjakan harga tiket pesawat dalam beberapa pekan terakhir belum berdampak besar terhadap tingkat hunian hotel di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Okupansi hotel justru masih bertahan di kisaran 30 hingga 40 persen pada hari biasa dan meningkat saat akhir pekan berkat dominasi wisatawan domestik pengguna jalur darat.
Ketua AHM I Made Adiyasa mengatakan kenaikan harga tiket penerbangan tidak terlalu memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke Mataram karena sebagian tamu hotel berasal dari wilayah sekitar, termasuk Pulau Sumbawa, yang lebih banyak memanfaatkan transportasi darat.
“Artinya dampak harga tiket itu memang pengaruhnya belum signifikan. Pengaruhnya kecil karena wisatawan yang datang ke Mataram tidak hanya menggunakan pesawat, tetapi bisa pakai transportasi darat juga,” kata Adiyasa, sebagaimana dilansir DetikBali, Selasa (13/05/2026).
Menurut dia, okupansi hotel di Mataram saat long weekend bahkan sempat meningkat hingga 60 sampai 80 persen meskipun harga tiket pesawat mengalami kenaikan.
“Saat harga tiket sudah naik, okupansi hotel di Mataram saat long weekend malah sampai 60% hingga 80%,” ujar Adiyasa.
Ia menjelaskan karakteristik wisatawan yang datang ke Mataram masih didominasi pelancong domestik dan lokal sehingga dampak kenaikan tarif penerbangan belum terlalu terasa bagi industri perhotelan di daerah tersebut.
“Banyak dari mereka mengandalkan transportasi darat dan bukan transportasi udara untuk berkunjung ke Mataram. Wisatawan domestik tidak melulu menggunakan pesawat, jadi (naiknya harga tiket pesawat) tidak terlalu berdampak,” jelas Adiyasa.
Berdasarkan pantauan pada aplikasi pemesanan perjalanan daring, harga tiket rute Yogyakarta-Lombok kini berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2,1 juta dari sebelumnya sekitar Rp1,1 juta. Sementara tiket Jakarta-Lombok naik menjadi Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dari sebelumnya sekitar Rp1 juta.
Meski okupansi hotel masih stagnan sejak Januari hingga Mei 2026 di angka sekitar 40 persen, AHM optimistis sejumlah agenda besar dapat mendongkrak tingkat hunian hotel dalam beberapa bulan mendatang. Salah satu kegiatan yang diprediksi memberi dampak signifikan yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang akan digelar di Mataram.
“Di tahun 2026 ini sampai Mei, event-event masih minim. Ini berbeda dengan tahun 2025. Meski ada efisiensi, tetapi ada sejumlah kegiatan besar sehingga okupansi kita di atas 50%. Kami perkirakan Juli nanti okupansi akan naik sangat signifikan karena adanya kegiatan Porprov di Mataram. Apalagi diperkirakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan membutuhkan 4 ribu kamar untuk menampung peserta selama 10 hari kegiatan,” tutur Adiyasa.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengizinkan penyesuaian harga tiket pesawat sebesar 9 hingga 13 persen menyusul kenaikan harga avtur global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut komponen avtur menyumbang hingga 40 persen biaya operasional maskapai penerbangan sehingga memengaruhi tarif penerbangan nasional.
“Kenaikan ini sangat memengaruhi operasional maskapai nasional, di mana komponen avtur berkontribusi hingga 40 persen dari total biaya operasional pesawat,” ujar Airlangga. []
Penulis: Sui Suadnyana | Penyunting: Redaksi01
