Disbunnak Kalbar Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup Jelang Iduladha
Disbunnak Kalbar memastikan stok hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencukupi dan pengawasan kesehatan hewan diperketat hingga proses pemotongan.
PONTIANAK – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman dan mencukupi.
Berdasarkan pendataan terbaru, hewan kurban yang sudah siap di kandang pedagang terdiri atas 6.732 ekor sapi, 2.632 ekor kambing, 296 ekor kerbau, dan 31 ekor domba. Ribuan hewan itu tersebar di sejumlah wilayah Kalbar dan siap dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ignasius Ik mengatakan, stok hewan kurban yang saat ini berada di kandang pedagang cukup potensial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari pemotongan.
“Total potensi ketersediaan kita di tingkat peternak dan pedagang mencapai 20.010 ekor sapi, 23.970 ekor kambing, 296 ekor kerbau, dan 31 ekor domba,” ujar Ignasius Ik saat dikonfirmasi, Sabtu (23/05/2026).
Ignasius menjelaskan, karakteristik wilayah di Kalbar turut memengaruhi sebaran jenis hewan kurban. Untuk jenis kerbau, basis sebarannya berada di sejumlah daerah tertentu, antara lain Kabupaten Sintang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, daerah dengan konsentrasi hewan kurban terbanyak, terutama sapi dan kambing, didominasi Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya. Stok dari daerah-daerah tersebut diharapkan dapat menyuplai wilayah sekitar yang mengalami peningkatan permintaan menjelang hari pemotongan.
Selain memastikan ketersediaan stok, Disbunnak Kalbar juga memperkuat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan. Pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam yang akan menunaikan ibadah kurban.
Langkah itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Setiap daerah diminta mengaktifkan tim khusus yang terdiri atas dokter hewan dan paramedis.
“Kami telah menyurati seluruh dinas yang membidangi fungsi peternakan di kabupaten/kota untuk segera mengaktifkan tim pengawasan dan pemeriksaan pemotongan hewan kurban,” jelas Ignasius.
Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan ante-mortem atau pemeriksaan sebelum pemotongan untuk memastikan kondisi fisik hewan sehat dan tidak cacat. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan post-mortem atau pemeriksaan setelah pemotongan untuk memastikan daging kurban layak dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan itu dilakukan agar daging kurban memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Disbunnak Kalbar melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) serta Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) juga terus melakukan pemantauan intensif di lapangan.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya temuan penyakit menular atau kasus krusial pada hewan kurban. Kondisi di lapangan relatif aman dan terkendali,” pungkasnya. []
Redaksi
