Operasi Pasar Murah di Bojonegoro Jadi Andalan Tekan Inflasi Saat Haul Attanwir
BOJONEGORO – Operasi Pasar Murah akan menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan bagi masyarakat dalam rangkaian Bazar Alumni Attanwir yang digelar pada peringatan Haul ke-34 KH Muhammad Sholeh dan para masyayikh Pondok Pesantren Attanwir di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Attanwir itu diproyeksikan menarik antusiasme warga karena menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan dalam haul.
Ketua Panitia Abdul Rouf Mubarrok mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana membantu masyarakat memperoleh bahan pokok murah, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama alumni dan keluarga besar pesantren.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain, momentum haul ini menjadi sarana mengenang perjuangan dan keteladanan KH. Muhammad Sholeh serta para masyayikh Ponpes Attanwir,” ujarnya pada Jumat, 22 Mei 2026, sebagaimana dilansir Damarinfo, Jumat, (22/05/2026).
Dalam pasar murah itu, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, di antaranya minyak goreng Rp15.000 per liter, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11.000 per kilogram, gula rakyat Rp17.000 per kilogram, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, cabai tampar Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp16.000 per kilogram, tomat Rp6.000 per kilogram, kentang Rp10.000 per kilogram, serta wortel Rp8.000 per kilogram.
Panitia juga menyebut kegiatan itu mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai bagian dari langkah menjaga kestabilan harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Selain operasi pasar murah, bazar alumni turut menghadirkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kuliner, serta hasil kreativitas alumni Pondok Pesantren Attanwir. Kehadiran masyarakat, santri, alumni, dan tokoh agama diperkirakan memperkuat nilai kebersamaan dalam rangkaian haul tersebut.
Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Islam (IKAMI) Attanwir Amin Mahmud berharap kegiatan itu dapat terus memberi manfaat sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan,” pungkasnya. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
