Kobar Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Kalteng Expo

PALANGKA RAYA – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), promosi investasi, serta pelestarian budaya lokal menjadi sorotan utama penampilan Stand Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam Kalteng Expo 2026 yang digelar di GOR Indoor Serbaguna, Palangka Raya, Sabtu (23/05/2026). Upaya tersebut turut mengantarkan Stand Kobar meraih Juara II kategori Pemerintah Kabupaten/Kota pada lomba stand terbaik dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ajang tahunan itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah, kementerian, lembaga, perbankan, hingga pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng untuk memperkenalkan potensi wilayah, memperluas jejaring usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penutupan kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Linae Victoria Aden, mewakili Gubernur Kalteng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan expo dan menilai kegiatan tersebut menjadi sarana strategis memperkenalkan produk unggulan serta potensi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Norhani, menyebut perputaran ekonomi selama pelaksanaan expo berlangsung signifikan dan berdampak positif bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal.

Fokus utama Stand Kobar tidak hanya pada tampilan visual, tetapi juga penguatan sektor ekonomi kreatif, UMKM, investasi, dan budaya lokal. Konsep tiga dimensi yang diusung menghadirkan Kobar Mart berisi produk unggulan daerah seperti amplang, ilat sapi, gula nifah Sebuai, gula aren Kolam, ikan asin lais, senangin, telang, jambal, terasi, abon, hingga udang papai.

Selain produk pangan, stand tersebut juga menampilkan minuman herbal dan kesehatan seperti bajakah, teh daun kelor, serta teh bunga telang hasil produksi pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kelompok wanita tani. Sebagian produk yang dipamerkan telah memiliki legalitas dan kemasan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, menyebut capaian tersebut lahir dari kolaborasi banyak pihak dalam memperkuat daya saing produk lokal. “Alhamdulillah Stand Kobar berhasil meraih Juara II. Ini merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah, pelaku UMKM, Dekranasda, pelajar SMK, kelompok wanita tani, hingga para seniman lokal yang bersama-sama menampilkan potensi terbaik Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Nurhidayah, sebagaimana diberitakan Mmc Kobar, Sabtu (23/05/2026).

Ia menjelaskan, stand itu juga menghadirkan pojok bisnis yang memuat potensi investasi, data ekspor-impor, data UMKM, serta peluang pengembangan sektor wisata sebagai penguatan daya tarik daerah bagi investor.

“Melalui expo ini kita ingin menunjukkan bahwa produk-produk lokal Kobar memiliki kualitas dan daya saing yang baik. Tidak hanya unggul dari sisi rasa dan kreativitas, tetapi juga sudah memiliki legalitas dan kemasan yang layak bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Di sisi lain, identitas budaya daerah juga diperkuat melalui kerajinan handicraft hasil kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama sektor perdagangan dan pariwisata, seperti tas purun, rotan, batu kecubung, cobek ulin, batik Kobar, kaos lukis orang utan, boneka orang utan, sepatu ecoprint, hingga busana batik khas daerah. Stand tersebut juga menghadirkan musik tradisional dan pantun seloka sebagai kearifan lokal yang mempertegas promosi budaya di tengah penguatan ekonomi daerah. Ke depan, model kolaborasi UMKM, investasi, dan budaya ini dinilai dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat daya saing Kobar di tingkat regional. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *