UMKM Jadi Fokus, ITB Luncurkan Cyber Clinic untuk Tangkal Serangan Digital
BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat perlindungan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari ancaman digital melalui peluncuran ITB Cyber Clinic yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan keamanan siber sekaligus menyiapkan talenta pendamping bagi bisnis digital. Program ini menargetkan 100 mahasiswa untuk mendampingi sekitar 200 UMKM dalam menghadapi risiko kebocoran data, phishing, hingga gangguan keamanan infrastruktur digital.
Program tersebut diluncurkan dalam ITB Cyber Clinic LaunchFest yang digelar di Aula Barat ITB Kampus Ganesha, Senin (25/05/2026), melalui kolaborasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama The Asia Foundation. Inisiatif ini juga didukung APAC Cybersecurity Fund dari Google.org untuk menjawab meningkatnya ancaman keamanan siber di tengah percepatan ekonomi digital Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menilai pertumbuhan ekonomi digital, termasuk sektor UMKM di Kota Bandung dan Jawa Barat (Jabar), harus diimbangi penguatan keamanan digital agar tidak memicu dampak ekonomi yang lebih luas.
“Masalah yang dahulu banyak terjadi di industri tertentu, sekarang mulai dialami UMKM, mulai dari phishing, peretasan data, dan berbagai ancaman digital lainnya. Hal ini dapat berdampak serius terhadap perekonomian,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan siber memerlukan pendekatan lintas disiplin karena tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
“Isu keamanan siber bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan empati sosial dan humaniora. Di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar bagi mahasiswa untuk berkontribusi membantu UMKM menghadapi persoalan keamanan digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Bandung dan Jawa Barat,” katanya.
Wali Kota (Wali Kota) Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya mitigasi risiko dan penguatan literasi digital agar transformasi digital dapat berjalan aman bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko digital, khususnya terkait perlindungan data pribadi, menjadi penting agar transformasi digital dapat benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dekan STEI ITB, Tutun Juhana, menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang kini semakin aktif di ruang digital sehingga membutuhkan perlindungan yang lebih kuat terhadap ancaman siber.
“Ancaman keamanan siber dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, bahkan berdampak terhadap ekonomi suatu negara. Melalui Cyber Clinic ini, kami berharap dapat memberikan coaching clinic dan pendampingan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di era digital,” ujarnya.
Perwakilan The Asia Foundation, Hana A Satriyo, menilai kolaborasi antara kampus dan masyarakat menjadi langkah konkret membangun kapasitas teknis serta menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi ekosistem digital masa depan.
“Kehadiran Cybersecurity Clinic menjadi bentuk kolaborasi nyata antara kampus dan masyarakat. Bukan hanya membangun kapasitas teknis, tetapi juga mempersiapkan talenta yang siap menghadapi ekosistem digital masa depan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Itb, Senin, (25/05/2026).
Dalam pengembangannya, mahasiswa yang mengikuti program akan dibekali keterampilan cyber hygiene serta kemampuan sosial (soft skills) sebelum memberi layanan gratis kepada UMKM digital. Pendampingan itu mencakup audit keamanan dasar (risk assessment), edukasi kesadaran keamanan siber, hingga bantuan pengamanan perangkat dan infrastruktur bisnis digital.
Ketua Program Cyber Clinic ITB, Muhammad Zuhri Catur Candra, menyebut program tersebut diharapkan membangun komunitas yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman digital, termasuk memperluas dampaknya hingga kawasan regional dan global.
“Kerja sama antara ITB dan The Asia Foundation tidak hanya memiliki dampak lokal, tetapi juga cakupan regional bahkan global,” ujarnya.
Peluncuran ini juga menandai mulai beroperasinya Cybersecurity Hub ITB di Gedung Cyber Security Research and Development Center Kampus Jatinangor serta fasilitas konsultasi di Labtek VIII Kampus Ganesha. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem keamanan digital, menjaga keberlanjutan UMKM di era ekonomi digital, dan mencetak talenta siber yang siap menjawab kebutuhan industri. []
Penulis: Anggun Nindita | Penyunting: Redaksi01
