Gampang Dikelupas Pakai Tangan, HMI Mempawah Desak Inspektorat Audit Proyek Jalan Rp297 Juta di Desa Pasir

MEMPAWAH – Kualitas pengerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Mempawah kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah secara terbuka mendesak Inspektorat Kabupaten Mempawah untuk segera turun tangan memeriksa proyek pengaspalan jalan di Dusun Suap, Desa Pasir.

Bukan tanpa alasan, desakan ini muncul setelah kader HMI menemukan kondisi fisik aspal yang dinilai sangat memprihatinkan dan diduga jauh dari standar spesifikasi teknis.

Temuan Lapangan: Aspal Bisa Dibongkar dengan Tangan

Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Mempawah, Muslim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi langsung ke lokasi proyek sebanyak dua kali, yakni pada 23 dan 25 Mei 2026.

Hasil pantauan di lapangan cukup mengejutkan. Proyek jalan yang menelan anggaran ratusan juta tersebut terindikasi dikerjakan secara asal-asalan.

“Kami mendapati kondisi aspal yang dikerjakan diduga kuat tidak sesuai standar. Saat kami melakukan pengecekan langsung di lokasi, aspalnya bahkan bisa dibongkar hanya menggunakan tangan kosong,” ujar Muslim dengan nada kecewa.

Sebagai informasi, proyek penyelenggaraan jalan kabupaten/kota ini didanai oleh APBD Kabupaten Mempawah dengan nilai kontrak sebesar Rp297.060.000, dan dikerjakan oleh CV Akrab Persada.

Siap Gandeng Kejaksaan Negeri

Muslim menegaskan, aksi turun ke jalan dan pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap penggunaan uang rakyat. Mereka tidak ingin anggaran daerah habis untuk pembangunan yang berumur jagung dan tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Tak main-main, selain meminta Inspektorat melakukan audit investigasi, HMI Cabang Mempawah juga tengah menjadwalkan agenda audiensi dengan aparat penegak hukum.

“Kami berencana melakukan audiensi dengan pihak terkait, termasuk Kejaksaan Negeri Mempawah. Kami akan menyampaikan seluruh hasil temuan lapangan ini secara resmi agar ada pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di daerah kita,” tegasnya.

Komitmen Kawal Uang Rakyat

Di akhir penyampaiannya, Muslim berharap agar pemerintah daerah dan kontraktor tidak main-main dengan kualitas infrastruktur publik.

“Kami berharap seluruh proses pengerjaan proyek pemerintah dapat berjalan sesuai aturan dan spesifikasi teknis yang berlaku, sehingga kualitas pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Muslim.

HMI Cabang Mempawah menyatakan berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif. Mereka berjanji akan mengawal kasus ini demi mendorong transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pembangunan yang bersih di Kabupaten Mempawah. (28 Mei 2026). (usm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *