UMKM Naik Kelas, SRC Kini Bina 250 Ribu Toko Kelontong

JAKARTA – Program pendampingan dan digitalisasi toko kelontong yang dijalankan Sampoerna Retail Community (SRC) dinilai mampu mendorong pertumbuhan omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hingga 2026, jaringan SRC tercatat telah menghimpun lebih dari 250 ribu toko dan berkontribusi besar terhadap sektor ritel nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Uus Kuswanto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan SRC dalam mendukung masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan usaha kecil. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemilik toko kelontong di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini,” kata Uus Kuswanto, sebagaimana dilansir Sindonews, Kamis, (28/05/2026).

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar SRC diikuti sekitar 500 pemilik toko kelontong dari wilayah Jabodetabek. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 18 tahun SRC sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Indah Kurnia menilai kesehatan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas UMKM, terutama bagi perempuan yang turut menopang ekonomi keluarga.

Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) HM Sampoerna Ivan Cahyadi mengatakan pengembangan kapasitas pelaku usaha akan terus diperkuat agar UMKM mampu bersaing dan tumbuh berkelanjutan di tengah perubahan ekonomi nasional.

SRC yang mulai dibentuk pada 2008 dengan 57 toko kini berkembang menjadi lebih dari 250 ribu toko kelontong yang didukung sekitar 6.300 mitra dan tergabung dalam 10 ribu paguyuban di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan riset Kompas Gramedia 2026, total omzet ekosistem SRC mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional 2025. Selain itu, omzet toko anggota SRC disebut meningkat 42 persen setelah bergabung dalam program pendampingan tersebut.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama pengembangan usaha. Sebanyak 98,8 persen toko SRC telah menggunakan sistem digital dan 46 persen di antaranya memperluas layanan ke produk digital serta transaksi pembayaran elektronik.

Di sisi lain, program Pojok Lokal yang dijalankan SRC turut memperkuat pemasaran produk UMKM daerah. Program tersebut mencatat pertumbuhan omzet dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.

Ivan menegaskan pemberdayaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan bisnis, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Ia berharap program pendampingan tersebut dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. []

Penulis: Nanang Wijayanto | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *