IHSG Ditutup Menguat 0,61 Persen, Rupiah Ikut Perkasa di Sesi I
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I pada Selasa (14/07/2026) di zona hijau meski mayoritas bursa saham Asia bergerak melemah. Penguatan indeks domestik juga dibarengi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan sentimen positif di pasar keuangan Indonesia pada perdagangan siang.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat 36,77 poin atau 0,61 persen ke level 6.074,62. Selama sesi I, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai perdagangan mencapai Rp10,22 triliun dengan volume 21,84 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,84 juta kali transaksi, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (14/07/2026).
Selain penguatan indeks saham, nilai tukar rupiah juga menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.099 per dolar AS pada perdagangan siang.
Di tengah kenaikan IHSG, sejumlah saham membukukan lonjakan harga tertinggi. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) memimpin daftar penguat setelah melonjak 25 persen ke level 260. Posisi berikutnya ditempati PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang juga naik 25 persen menjadi 340, disusul PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) yang menguat 20 persen ke posisi 90.
Sementara itu, PT Berlina Tbk (BRNA) naik 18,58 persen menjadi 670 dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) menguat 14,55 persen ke level 630, melengkapi daftar saham dengan kenaikan terbesar hingga penutupan sesi I.
Di sisi lain, sejumlah emiten masih mengalami tekanan. Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi pelemahan terdalam setelah turun 11,37 persen ke level 1.130. Kemudian PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) terkoreksi 9,09 persen menjadi 3.000, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melemah 9,03 persen ke level 141, PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE) turun 5,98 persen menjadi 110, dan PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) terkoreksi 5,37 persen ke posisi 282.
Dari sisi nilai transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling aktif dengan nilai perdagangan mencapai Rp949,18 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp461,67 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp458,12 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp397,70 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp368,35 miliar.
Adapun dari sisi volume perdagangan, saham BUMI mencatat aktivitas tertinggi dengan 24,47 juta lembar saham berpindah tangan. Selanjutnya diikuti PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 14,22 juta lembar, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) 10,05 juta lembar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 8,52 juta lembar, serta PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 8,09 juta lembar.
Berbeda dengan pasar domestik, mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak di zona merah hingga siang hari. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,54 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,47 persen, Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite China terkoreksi 0,66 persen, sedangkan Straits Times Singapura melemah 0,12 persen. Kondisi tersebut menunjukkan IHSG mampu mempertahankan penguatan di tengah sentimen regional yang cenderung negatif. []
Redaksi01
