Jemaah Haji Kabupaten Probolinggo Kloter SUB 02 Tuntas Lempar Jumrah Aqabah di Mina, Resmi Masuki Tahalul Awal
MEKKAH – Seluruh jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB 02 asal Kabupaten Probolinggo berhasil menuntaskan prosesi lempar jumrah Aqabah di Mina.
Keberhasilan ini menandai bahwa 380 jemaah haji tersebut kini resmi memasuki fase tahalul awal dalam rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Berdasarkan data dan laporan resmi dari petugas kloter di tanah suci, total sebanyak 380 jemaah haji Kabupaten Probolinggo dinyatakan telah menyelesaikan salah satu wajib haji tersebut dengan aman dan lancar.
Skema Pelaksanaan Lempar Jumrah Kloter SUB 02
Untuk memastikan keselamatan jemaah, pihak panitia dan petugas kloter menerapkan dua skema pelaksanaan berdasarkan kondisi fisik dan kesehatan masing-masing jemaah:
• Pelaksanaan Mandiri: Sebanyak 348 jemaah yang berada dalam kondisi fisik prima berhasil melaksanakan lempar jumrah Aqabah secara langsung.
• Pelaksanaan Badal (Diwakilkan): Sebanyak 32 jemaah pelaksanaan jumrahnya harus dibadalkan oleh petugas atau sesama jemaah karena keterbatasan kondisi fisik dan faktor risiko kesehatan.
Kronologi Pergerakan Jemaah dari Arafah menuju Mina
Sebelumnya, mobilisasi jemaah haji Kloter SUB 02 dari Arafah menuju Mina berjalan dinamis. Jemaah mulai diberangkatkan pada Selasa (26/5/2026) pukul 21.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Melalui proses tanazzul (pemisahan rute demi efisiensi waktu dan kelancaran arus), rombongan tiba di Mekkah sekitar pukul 23.00 WAS.
Dari total keseluruhan jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 167 jemaah bergerak bersama rombongan besar di bawah panduan langsung petugas, sedangkan 213 jemaah lainnya melakukan mobilisasi secara mandiri namun tetap dalam pengawasan ketat.
Imbauan Tegas Kemenag Probolinggo Terkait Larangan Ihram
Meskipun jemaah telah memasuki fase tahalul awal, Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, memberikan penegasan penting terkait aturan ibadah yang harus dipatuhi sebelum seluruh rangkaian haji selesai secara sempurna.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Probolinggo agar sebelum melaksanakan Tawaf Ifadlah tetap menjaga dan mematuhi larangan-larangan ihram, termasuk larangan hubungan suami-istri.Hal ini sangat krusial demi menjaga kesempurnaan, keabsahan, dan kesucian seluruh rangkaian ibadah haji hingga tahalul selesai secara sempurna,” ujar Ervin dalam keterangan resminya.
Saat ini, petugas kloter dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus melakukan pemantauan intensif terhadap kesehatan jemaah. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan fisik menjelang pelaksanaan tahapan puncak berikutnya, yakni Tawaf Ifadlah dan Sa’i di Masjidil Haram.” tutup Ervin. (mis)
