AHY ke Rusia Bahas Kerja Sama Maritim dan Hadiri SPIEF 2026
Menko Agus Harimurti Yudhoyono memimpin konsultasi bilateral Indonesia-Rusia di Moskow untuk membahas kerja sama logistik maritim, galangan kapal, pelabuhan, dan peningkatan SDM kelautan.
MOSKOW – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memimpin konsultasi bilateral Indonesia-Rusia di Moskow, Rusia, untuk memperkuat kerja sama maritim kedua negara.
Dalam agenda tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev. Pertemuan itu menjadi bagian dari putaran kedua konsultasi Indonesia-Rusia di bidang kelautan dan konektivitas maritim.
Konsultasi tersebut membahas sejumlah agenda kerja sama, mulai dari logistik maritim, pembangunan kapal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) maritim, hingga studi dan pengelolaan sumber daya kelautan.
Selain itu, kedua negara juga menjajaki kerja sama pembangunan infrastruktur pelabuhan, peningkatan konektivitas laut, serta pengembangan jalur transportasi internasional yang dapat mendukung rantai pasok global.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, AHY dijadwalkan mengunjungi salah satu perusahaan galangan kapal di Rusia. Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kemampuan industri perkapalan Rusia, termasuk teknologi pembangunan kapal, potensi produksi bersama, serta peluang alih teknologi untuk mendukung modernisasi armada dan infrastruktur maritim Indonesia.
AHY juga dijadwalkan mengunjungi lembaga pendidikan vokasi atau perguruan tinggi maritim. Agenda itu diarahkan untuk memperkuat kerja sama pendidikan, program beasiswa, serta pertukaran tenaga pengajar dan mahasiswa di bidang kelautan dan perkapalan.
Selama berada di Rusia, AHY direncanakan menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga yang berkaitan langsung dengan sektor maritim. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang penyusunan peta jalan kerja sama jangka menengah antara Indonesia dan Rusia.
Kerja sama itu mencakup peluang investasi bersama di bidang infrastruktur pelabuhan, logistik, serta pengembangan koridor pelayaran baru. Bagi Indonesia, Rusia dipandang sebagai salah satu mitra potensial dalam memperkuat konektivitas maritim di tengah perubahan peta logistik internasional.
Setelah menyelesaikan agenda di Moskow, AHY dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Saint Petersburg. Di kota tersebut, ia akan menghadiri Forum Ekonomi Internasional Sankt-Peterburg atau Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026.
Kehadiran Indonesia dalam SPIEF 2026 diharapkan dapat memperluas promosi peluang investasi di sektor maritim dan infrastruktur. Beberapa sektor yang menjadi perhatian meliputi pengembangan pelabuhan, kawasan industri terpadu, serta proyek logistik berbasis konektivitas laut.
Putaran pertama konsultasi Indonesia-Rusia di bidang kerja sama maritim sebelumnya telah digelar pada Oktober 2025 di Jakarta. Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas kerja sama infrastruktur maritim, pelayaran, serta pengembangan koridor transportasi internasional.
Melalui konsultasi lanjutan di Moskow, Indonesia dan Rusia berupaya menjadikan sektor maritim sebagai salah satu pilar penting hubungan bilateral. Kerja sama di bidang teknologi perkapalan, pengembangan infrastruktur laut, dan peningkatan kapasitas SDM kelautan diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
