Pemkab Probolinggo Siapkan Lahan 7 Hektare di Kraksaan untuk Program Sekolah Rakyat Presiden
Rapat bersama Tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, pada Rabu (1/7/2026)
PROBOLIBGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam memperluas akses pendidikan. Langkah ini dibuktikan dengan penyediaan lahan seluas kurang lebih tujuh hektare di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, sebagai lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat.
Kesiapan komitmen daerah tersebut ditindaklanjuti melalui survei lapangan bersama tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI pada Rabu (1/7/2026). Survei bersama ini dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi awal dan penilaian kelayakan teknis terhadap lokasi yang diusulkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memimpin langsung jalannya survei didampingi sejumlah pejabat teras. Di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Abdul Ghafur, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, serta Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kristiana Ruliani.
Turut hadir pula jajaran Forkopimka Kraksaan dan sejumlah kepala Perangkat Daerah terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ugas Irwanto menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo berkomitmen penuh menyukseskan program pusat ini dengan menyediakan aset tanah yang memenuhi standar kriteria kementerian.
“Sebelumnya kami telah mengajukan beberapa alternatif lokasi, namun dinilai masih memerlukan penyempurnaan. Hari ini kami meninjau lokasi baru dengan luas sekitar tujuh hektare. Kami berharap lahan di Desa Asembakor ini dapat memenuhi seluruh kriteria teknis untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Ugas.
Lebih lanjut, Ugas menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Probolinggo membawa misi besar yang multipihak. Proyek strategis ini diproyeksikan tidak hanya fokus pada pemerataan kualitas dan akses pendidikan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan kawasan.
“Keberadaan Sekolah Rakyat ini nantinya kami harapkan mampu memberikan manfaat luas. Selain memfasilitasi kebutuhan pendidikan masyarakat, proyek ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur di wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (mis)
