Bedah Rumah BSPS Ubah Nasib Tukang Kebun Sumedang Berpenghasilan Rp50 Ribu Sehari
SUMEDANG – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), mulai memberikan harapan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu penerima manfaat, Rian Suristiawan, kini dapat menempati rumah yang sedang direnovasi menjadi lebih layak huni setelah bertahun-tahun tinggal di bangunan sederhana berukuran 4 x 6 meter bersama istri dan dua anaknya.
Rian, yang bekerja sebagai tukang kebun dengan penghasilan sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per hari, menjadi salah satu penerima bantuan BSPS dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Renovasi rumahnya dimulai pada 20 Juni 2026 dan hingga awal Juli progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen. Hunian tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 dengan luas sekitar 33 meter persegi.
Program tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait saat meninjau pelaksanaan BSPS di Kota Kulon, Sumedang, Minggu (05/07/2026).
“Kita ingin setiap rupiah uang negara dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil yang membutuhkan rumah layak huni,” ujar Maruarar Sirait, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (06/07/2026).
Menurut Maruarar, BSPS merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.
Selain meninjau rumah penerima bantuan, Menteri PKP juga menyaksikan pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka (PTT), yakni mekanisme pengadaan material bangunan secara terbuka guna meningkatkan transparansi pelaksanaan BSPS. Dalam proses tersebut, dua toko bangunan mengikuti negosiasi terbuka dengan total pagu anggaran Rp280 juta dan menghasilkan efisiensi sekitar Rp6,3 juta.
“Kalau ada efisiensi, manfaatnya harus kembali kepada rakyat. Tambahan anggaran itu digunakan untuk menambah kualitas rumah sehingga masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar. Prioritaskan masyarakat yang lanjut usia, sakit, tidak bekerja, dan benar-benar membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, program bedah rumah tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan tukang bangunan, penyedia material, jasa angkutan, dan pendamping lapangan dari wilayah setempat.
“Mulai dari tukang, toko bangunan, pendamping, sampai sopir angkutan akan memperoleh manfaat dari program ini. Berdayakan masyarakat lokal sehingga uang berputar di daerah dan membuka lapangan pekerjaan. Saya juga meminta agar toko-toko bangunan yang dilibatkan diprioritaskan dari wilayah Sumedang Utara sehingga tercipta persaingan usaha yang sehat, transparan, dan adil,” tegasnya.
Pada 2026, Jabar menjadi provinsi dengan alokasi BSPS terbesar di Indonesia, yakni sebanyak 42.508 unit. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, alokasi untuk Sumedang naik dari 364 unit pada 2025 menjadi 2.060 unit pada tahun ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman menilai peningkatan alokasi tersebut turut memberikan dampak ekonomi yang luas karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Tahun ini, Jawa Barat memperoleh peningkatan sekitar 666 persen menjadi 42.508 unit. Program BSPS memiliki multiplier effect yang sangat besar. Jika satu rumah melibatkan tiga orang tukang, maka ada sekitar 127 ribu tenaga kerja yang terlibat. Belum termasuk toko bangunan, distributor material, transportasi, dan sektor usaha lainnya yang ikut bergerak,” ujarnya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan BSPS menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi kemiskinan. Selain BSPS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang juga menggerakkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu renovasi 100 rumah dengan nilai bantuan masing-masing Rp5 juta,” kata Dony. []
Redaksi01
