IHSG Berbalik Melemah pada Sesi I, Saham Big Caps Jadi Beban

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (06/07/2026), di zona merah setelah sempat menguat hampir 1 persen pada awal perdagangan. Pelemahan indeks terjadi seiring tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang membebani pergerakan pasar.

Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi I, IHSG turun 0,18 persen ke level 5.864,96. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level 5.935,68 pada awal perdagangan sebelum berbalik melemah, sebagaimana dilansir Detikfinance, Senin (06/07/2026).

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga siang hari mencatat volume perdagangan mencapai 10,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,76 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 912.073 kali.

Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 0,55 persen ke level 578,578. Sepanjang sesi I, sebanyak 295 saham mengalami penurunan, 285 saham menguat, sedangkan 198 saham ditutup tidak berubah.

Tekanan terhadap IHSG dipicu melemahnya sejumlah saham unggulan. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) terkoreksi 4,53 persen menjadi Rp1.895 per saham. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga turun 3,85 persen ke level Rp500 per saham.

Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah 1,87 persen menjadi Rp4.720 per saham. Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 1,64 persen ke posisi Rp600 per saham.

Pergerakan IHSG pada sesi pertama menunjukkan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi pada awal pekan. Setelah dibuka menguat, tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar membuat indeks kehilangan penguatannya dan ditutup di zona negatif pada paruh pertama perdagangan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *