Rupiah Menguat ke Rp18.083 per Dolar AS pada Awal Perdagangan

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (10/07/2026). Di pasar spot exchange, mata uang Garuda terapresiasi 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp18.083 per dolar AS, seiring pelemahan indeks dolar AS pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, indeks dolar AS turun 0,17 persen ke level 100,731. Penguatan rupiah terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan pergerakan mata uang utama dunia.

Selain pergerakan di pasar spot, sejumlah bank nasional juga memperbarui kurs jual dan beli dolar AS pada Jumat pagi. Perbedaan kurs di masing-masing bank dipengaruhi oleh jenis transaksi yang digunakan, seperti e-rate, special rate, TT counter, maupun bank notes.

Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kurs e-rate pada pukul 09.11 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp18.040 dan harga jual Rp18.060. Untuk layanan TT counter dan bank notes, BCA mematok harga beli Rp17.875 serta harga jual Rp18.150 per dolar AS.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada pukul 09.06 WIB menetapkan kurs special rate dengan harga beli Rp18.040 dan harga jual Rp18.070 per dolar AS. Pada layanan TT counter, harga beli tercatat Rp17.830 dan harga jual Rp18.130, sedangkan untuk bank notes dipatok Rp17.850 sebagai harga beli dan Rp18.150 sebagai harga jual.

Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), hingga pukul 09.14 WIB, kurs dolar AS berada pada level Rp18.083 untuk harga beli dan Rp18.116 untuk harga jual.

Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menetapkan kurs special rate pada pukul 09.05 WIB dengan harga beli Rp18.050 dan harga jual Rp18.090. Pada layanan TT counter serta bank notes, BNI menetapkan harga beli Rp18.070 dan harga jual Rp18.130 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah dan penyesuaian kurs di perbankan menjadi salah satu acuan bagi pelaku usaha, investor, maupun masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan mata uang asing. Data kurs tersebut merupakan posisi pada awal perdagangan dan masih berpotensi berubah mengikuti dinamika pasar sepanjang hari, sebagaimana dilansir Investor, Jumat (10/07/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *