Wapres Minta Penyempurnaan Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Dipercepat

BANYUWANGI – Penyelesaian tahap akhir revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi menjadi perhatian utama setelah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Jumat (10/07/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres meminta seluruh pekerjaan penyempurnaan segera dituntaskan agar pasar benar-benar siap difungsikan, mulai dari kebersihan lantai, penataan instalasi kabel, hingga penyelesaian berbagai detail bangunan.

Saat meninjau kawasan pasar, Gibran menyusuri sejumlah area yang telah selesai direvitalisasi, termasuk kawasan bangunan cagar budaya Inggrisan yang menjadi bagian dari proyek. Selain mengecek kondisi fisik bangunan, Wapres juga berdialog dengan para pedagang untuk memperoleh masukan mengenai kesiapan operasional pasar setelah revitalisasi selesai, sebagaimana diberitakan Rri, Jumat (10/07/2026).

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Strategis Jawa Timur (Jatim) I Gusti Agung Hari Wibawa mengatakan, pembangunan fisik Pasar Induk Banyuwangi pada prinsipnya telah selesai. Saat ini, proyek memasuki masa pemeliharaan dengan fokus pada pembersihan area, perbaikan sejumlah bagian bangunan, serta penyelesaian pekerjaan di kawasan cagar budaya.

“Sesuai arahan Pak Wapres, detail-detail seperti kebersihan lantai, penataan kabel, dan penyelesaian lainnya harus benar-benar diperhatikan,” ujar I Gusti Agung Hari Wibawa, Jum’at 10 Juli 2026.

Menurut Agung, proses penyelesaian di kawasan cagar budaya memerlukan perlakuan khusus karena setiap pekerjaan harus menjaga keaslian bangunan bersejarah. Penguatan struktur dilakukan secara hati-hati agar nilai historis kawasan tetap terpelihara tanpa mengurangi aspek keselamatan maupun fungsi bangunan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi juga menuntaskan tahapan administrasi menjelang pengoperasian pasar. Salah satu proses yang sedang diselesaikan ialah Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sebagai syarat sebelum fasilitas tersebut dapat digunakan secara penuh.

“Dari sisi pemerintah daerah sudah selesai, tinggal penyelesaian dari pihak terkait. Insya Allah dokumen tersebut rampung dalam waktu dekat sehingga seluruh proses dapat dituntaskan bulan ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 1,06 hektare dengan gedung utama berlantai dua yang mengusung arsitektur khas Osing. Setelah mulai beroperasi, fasilitas tersebut akan menampung pasar basah, pasar kering, serta area kuliner dengan total 753 unit kios dan lapak. Revitalisasi pasar diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan di Banyuwangi tanpa mengabaikan pelestarian kawasan cagar budaya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *