BULOG NTT Lampaui Target Pengadaan Beras 2026, Serap 7.407 Ton

KUPANG – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Wilayah (Kanwil) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026 setelah menyerap 7.407 ton setara beras hingga 12 Juli 2026. Realisasi tersebut mencapai 103 persen dari target yang telah ditetapkan sekaligus melampaui capaian pengadaan sepanjang 2025.

Keberhasilan tersebut didorong masih berlangsungnya musim panen di sejumlah sentra produksi padi di NTT, sehingga memberikan peluang bagi BULOG untuk meningkatkan penyerapan hasil panen petani lokal.

Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT Arrahim K. Kanam mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026, volume pengadaan beras tidak hanya memenuhi target tahun berjalan, tetapi juga telah melampaui total realisasi pada tahun sebelumnya.

“Hingga 12 Juli 2026, realisasi pengadaan setara beras di NTT telah mencapai 7.407 ton atau 103 persen dari target pengadaan tahun 2026. Angka ini sudah melampaui total realisasi pengadaan tahun 2025 yang mencapai sekitar 6.000 ton,” kata Arrahim sebagaimana diberitakan RRI, Senin (13/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan penyerapan beras merupakan hasil sinergi antara BULOG dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam pelaksanaannya, Perum BULOG Kanwil NTT bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, pemerintah kabupaten/kota melalui dinas yang membidangi pertanian dan ketahanan pangan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pelaku usaha penggilingan padi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Daerah (Polda) NTT, serta berbagai pihak lainnya di wilayah sentra produksi.

Arrahim menegaskan, peningkatan pengadaan beras lokal tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi target tahunan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani serta memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

“Swasembada pangan merupakan salah satu program utama pemerintahan Presiden Prabowo. Kami di daerah bergerak cepat memastikan hasil panen petani NTT terserap dengan baik, memiliki harga jual yang layak, dan mampu memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah,” ungkapnya.

Perum BULOG Kanwil NTT optimistis realisasi penyerapan beras akan terus bertambah hingga akhir 2026 seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah. Peningkatan pengadaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di NTT sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional melalui optimalisasi hasil panen petani lokal. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *