InJourney Airports Perkuat Konektivitas Udara ASEAN-China Lewat Enam Bandara

JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memperluas upaya pembukaan rute penerbangan internasional dengan mempromosikan enam bandara strategis dalam Forum ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas udara antara Indonesia, negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), dan China, sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Forum ke-17 ACWG-RASA yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Yogyakarta menjadi ajang bagi InJourney Airports menjajaki peluang kerja sama dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan industri aviasi. Pertemuan tersebut dihadiri 61 delegasi dari negara anggota ASEAN dan China, serta 127 perwakilan maskapai penerbangan, pengelola bandara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat, serta asosiasi penerbangan.

Direktur Utama (Dirut) InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan konektivitas udara Indonesia melalui optimalisasi jaringan bandara yang dikelola perusahaan.

InJourney Airports berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas udara Indonesia,” kata Pahlevi, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (18/07/2026).

Ia menambahkan, “Forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kami untuk secara langsung menyampaikan keunggulan bandara untuk mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN-China. Langkah ini juga menjadi upaya kami dalam mengoptimalkan bandara-bandara InJourney Airports.”

Dalam forum tersebut, InJourney Airports mempromosikan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, serta Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sebagai pintu masuk potensial bagi penerbangan langsung dari kawasan ASEAN dan China.

Keenam bandara tersebut dinilai memiliki peran strategis karena terhubung dengan sejumlah bandara regional lainnya, seperti Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo. Konektivitas tersebut diharapkan mampu memperluas distribusi wisatawan maupun aktivitas bisnis ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y Setiady mengatakan peningkatan permintaan perjalanan udara dari China menjadi salah satu alasan utama perusahaan memperkuat promosi bandara di luar Jakarta dan Bali.

Menurutnya, konektivitas internasional bandara-bandara di Indonesia hingga Desember 2025 telah melayani sekitar 40,9 juta penumpang dari 230 negara dengan tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 110 persen dibandingkan periode sebelum pandemi.

“Pasar Asia berkontribusi 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini,” ujar Veri.

Data InJourney Airports juga mencatat jumlah penumpang asal China menuju Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,7 juta orang, baik melalui penerbangan langsung (direct) maupun penerbangan tidak langsung (indirect).

Veri menjelaskan bahwa permintaan perjalanan dari China kini semakin tersebar ke berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatat sekitar 992 ribu penumpang tidak langsung, disusul Bali-Nusa Tenggara sekitar 525 ribu penumpang dan Sumatra sekitar 169 ribu penumpang. Sementara itu, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten.

“Ini menjadi dasar kami untuk terus mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN – China, tidak hanya lewat bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah,” kata Veri menjelaskan.

Ia menambahkan, “Kami bersyukur mendapat respons cukup positif dari para delegasi dan maskapai penerbangan, yang akan ditindaklanjuti secara lebih detail dalam pertemuan berikutnya.”

Sebagai operator 37 bandara yang melayani sekitar 162 juta penumpang, InJourney Airports menilai penguatan jaringan penerbangan internasional akan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, serta perekonomian nasional melalui akses transportasi udara yang semakin luas. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *