Penyaluran KPR Subsidi Tembus 121 Ribu Unit, Permintaan Rumah Masih Tinggi
JAKARTA – Realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian bersubsidi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak dan terjangkau melalui kolaborasi lintas sektor.
Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan masih terdapat puluhan ribu permohonan KPR subsidi yang sedang diproses hingga tahap akad. Di sisi lain, sebanyak 21.077 unit rumah subsidi telah tersedia dan siap dipasarkan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyampaikan bahwa selain realisasi yang telah dicapai, proses penyaluran pembiayaan masih terus berlangsung seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap program rumah subsidi.
Berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta menjadi penerima KPR subsidi terbanyak dengan total 76.715 unit. Sementara itu, kelompok wirausaha memperoleh 21.192 unit pembiayaan rumah subsidi melalui skema FLPP.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan sektor perumahan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Antara, Senin (03/08/2026).
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus memastikan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin (03/08/2026).
Menurut AHY, percepatan pembangunan perumahan memerlukan sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, serta sektor swasta agar penyediaan rumah berkualitas dan terjangkau dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Selain mencatat peningkatan realisasi penyaluran KPR subsidi pada 2026, BP Tapera juga mengungkapkan bahwa program FLPP terus diminati kelompok usia muda. Pada 2025, realisasi penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit, dengan sekitar 62 persen penerima berasal dari generasi Z dan generasi milenial yang berusia 19 hingga 30 tahun.
Tingginya partisipasi generasi muda dalam program tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan kepemilikan rumah sejak usia produktif. Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga keberlanjutan program pembiayaan perumahan sehingga akses masyarakat terhadap hunian layak semakin luas. []
Redaksi01
