BRI, BNI, dan Mandiri Kompak Tahan Bunga Deposito pada Awal Agustus 2026
JAKARTA – Stabilnya suku bunga deposito yang ditawarkan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada awal Agustus 2026 menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren suku bunga tinggi atau higher for longer. Hingga Senin (03/08/2026), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri belum mengubah kebijakan suku bunga deposito meski kondisi likuiditas perbankan masih dipengaruhi dinamika pasar keuangan.
Berdasarkan pemantauan pada laman resmi masing-masing bank, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Senin (03/08/2026), ketiga bank pelat merah tersebut mempertahankan tingkat bunga deposito yang telah berlaku dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan itu tetap diberlakukan setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan secara agregat sebesar 100 basis points (bps) pada Juni 2026.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan global akibat kenaikan suku bunga sejumlah bank sentral dunia, termasuk Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang. Kebijakan moneter yang lebih ketat diperkirakan masih berlanjut apabila inflasi global belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Di dalam negeri, kenaikan suku bunga acuan turut mempersempit ruang likuiditas perbankan. Situasi tersebut dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatnya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang terdorong oleh kenaikan harga minyak dunia setelah memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat.
Meski demikian, deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena menawarkan tingkat imbal hasil yang telah ditentukan sejak awal penempatan dana. Selain itu, simpanan nasabah juga memperoleh perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan tingkat bunga penjaminan yang saat ini berada pada level 3,75 persen, meningkat dari sebelumnya 3,50 persen.
Untuk produk deposito, BRI menetapkan setoran awal mulai Rp1 juta melalui layanan perbankan internet dan Rp10 juta melalui kantor cabang. Suku bunga deposito tenor satu bulan berada pada kisaran 3,25 persen, sedangkan tenor tiga bulan menawarkan bunga tertinggi sebesar 3,50 persen. Adapun tenor enam hingga 36 bulan dipatok sebesar 3,00 persen.
Sementara itu, BNI menetapkan setoran awal deposito mulai Rp5 juta. Suku bunga tenor satu bulan sebesar 2,25 persen, meningkat menjadi 2,50 persen untuk tenor tiga bulan, dan mencapai level tertinggi 2,75 persen pada tenor enam bulan. Untuk tenor 12 dan 24 bulan, BNI memberikan bunga sebesar 2,50 persen.
Bank Mandiri juga mempertahankan suku bunga deposito pada level sebelumnya. Nasabah dapat membuka deposito mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta melalui kantor cabang. Bunga deposito tenor satu dan tiga bulan ditetapkan sebesar 2,25 persen, sedangkan tenor enam, 12, dan 24 bulan berada di level 2,50 persen.
Stabilnya penawaran bunga deposito oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai dapat menjaga daya tarik investasi berbasis simpanan di tengah volatilitas pasar keuangan. Dengan jaminan LPS serta tingkat pengembalian yang telah ditentukan sejak awal, deposito tetap menjadi alternatif pengelolaan dana untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah. Para analis juga memperkirakan perbankan akan terus menyesuaikan strategi suku bunga mengikuti perkembangan inflasi dan kondisi likuiditas pasar pada periode berikutnya. []
Redaksi01
