Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.005 per Dolar AS, Mata Uang Asia Tertekan
JAKARTA – Tekanan terhadap mata uang Asia mewarnai perdagangan Selasa (04/08/2026), termasuk nilai tukar rupiah yang dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada awal sesi perdagangan pasar spot, rupiah berada di level Rp18.005 per dolar AS sebelum kembali tertekan hingga menyentuh Rp18.030 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB.
Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,04 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.997 per dolar AS. Pelemahan berlanjut pada awal sesi sehingga depresiasi rupiah mencapai sekitar 0,18 persen.
Pergerakan tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga berada di zona negatif. Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,27 persen.
Selain yen, baht Thailand terkoreksi 0,08 persen, diikuti yuan China yang melemah 0,05 persen dan ringgit Malaysia yang turun 0,04 persen. Dolar Singapura juga bergerak turun 0,02 persen, sedangkan peso Filipina melemah tipis 0,01 persen.
Di tengah dominasi pelemahan mata uang Asia, won Korea Selatan justru menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,30 persen. Dolar Taiwan juga menguat 0,10 persen, sementara dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat terhadap the greenback.
Pergerakan rupiah dan mata uang regional tersebut menunjukkan tekanan terhadap pasar valuta asing Asia masih berlangsung pada awal perdagangan. Data pembukaan perdagangan ini sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (04/08/2026), memperlihatkan mayoritas mata uang kawasan bergerak melemah terhadap dolar AS sehingga turut memengaruhi pergerakan rupiah. []
Redaksi01
