Pemprov Jatim dan Tiongkok Bahas Kerja Sama Teknologi Perkapalan

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) membuka peluang penguatan kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di sektor kemaritiman, khususnya pengembangan teknologi industri perkapalan. Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Surabaya, Ye Su, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (04/08/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Komandan Armada Liu Zhanfeng, Kepala Staf Armada You Fei, Ketua Tim Manajemen Armada Liang Jingyun, Kepala Tim Urusan Luar Negeri Armada Zhang Shuo, Komisaris Politik Kapal 83 Kang Junwei, serta jajaran Konjen RRT di Surabaya.

Dalam pembahasan, kedua pihak menyoroti potensi kerja sama di bidang teknologi industri perkapalan yang dinilai mampu mendukung penguatan sektor maritim Indonesia. Posisi Jatim sebagai salah satu pusat industri maritim nasional menjadi alasan utama pengembangan kolaborasi tersebut.

Khofifah menilai perkembangan teknologi perkapalan di Tiongkok dapat menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas industri maritim di Indonesia, terutama karena karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas.

“Tentu diskusinya menarik karena Indonesia ini negara maritim dan hampir 80 persen wilayah Indonesia adalah laut. Kita mengetahui bahwa perkembangan teknologi di Cina luar biasa, termasuk adalah teknologi untuk industri perkapalan,” kata Khofifah, sebagaimana diwartakan Antara, Selasa (04/08/2026).

Menurut Khofifah, Jatim memiliki ekosistem maritim yang lengkap, mulai dari lembaga pendidikan militer, fasilitas pertahanan, hingga industri galangan kapal. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan kerja sama transfer teknologi di bidang perkapalan.

“Jawa Timur ibaratnya episentrum dari proses untuk penggemblengan Angkatan Laut, dari mulai Akademi Angkatan Lautnya, kemudian industri perkapalannya melalui PT PAL. Ini penting untuk mentransfer teknologi yang bisa menguatkan dari seluruh kapasitas TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Ia juga menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi perkapalan yang berkembang pesat di Tiongkok sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan industri maritim nasional.

Sementara itu, Konjen RRT di Surabaya, Ye Su, mengatakan kunjungan Armada Angkatan Laut Tiongkok ke Surabaya mencerminkan hubungan bilateral yang terus berkembang antara Indonesia dan Tiongkok.

“Ini menunjukkan makin eratnya persahabatan dan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia,” katanya.

Ye Su menilai Jatim memiliki potensi besar dalam pengembangan kerja sama internasional, tidak hanya di sektor kemaritiman, tetapi juga pada bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan kebudayaan. Menurutnya, semakin banyak perusahaan asal Tiongkok yang menanamkan investasi dan membangun fasilitas produksi di Jatim.

“Saya ingin menekankan bahwa pihak kami sangat aktif ingin mendorong lebih banyak kerja sama di berbagai bidang dengan Pemerintah Jawa Timur supaya bisa lebih mensejahterakan rakyat kedua negara kita,” tandasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi antara Pemprov Jatim dan RRT, khususnya dalam pengembangan teknologi perkapalan, peningkatan investasi, serta penguatan sektor kemaritiman yang berorientasi pada peningkatan daya saing industri nasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *