Semester I 2026, Laba BNI Tembus Rp10,8 Triliun di Tengah Tekanan Margin

JAKARTA – Penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga menjadi penopang kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada semester I 2026. Pertumbuhan intermediasi tersebut turut mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp10,8 triliun atau meningkat 5,94 persen secara tahunan (year on year/yoy) di tengah tekanan pada margin bunga bersih.

Kinerja keuangan BNI hingga akhir Juni 2026 menunjukkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, sebagaimana diberitakan Cnbc Indonesia, Rabu (05/08/2026), penyaluran kredit meningkat 24,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp968,5 triliun.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 28 persen yoy menjadi Rp1.100,18 triliun. Kenaikan penghimpunan dana tersebut membuat rasio loan to deposit ratio (LDR) atau rasio pinjaman terhadap simpanan berada di level 87,73 persen.

Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp38,63 triliun atau naik 14,92 persen secara tahunan. Namun, beban bunga juga meningkat lebih tinggi, yakni 15,94 persen menjadi Rp16,34 triliun. Kondisi tersebut membuat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tetap tumbuh 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun.

Sementara itu, laba operasional BNI mencapai Rp13,11 triliun atau naik 6,01 persen dibandingkan semester I tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan bisnis, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) mengalami penurunan menjadi 3,55 persen dari posisi 3,83 persen pada periode yang sama tahun lalu. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga meningkat menjadi 73,11 persen.

Dari aspek kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah bruto (gross) membaik menjadi 1,93 persen dari sebelumnya 1,95 persen. Namun, NPL bersih (net) naik tipis menjadi 0,72 persen dibandingkan 0,69 persen pada periode sebelumnya.

Selain itu, nilai kepemilikan surat berharga perseroan meningkat 10,66 persen yoy menjadi Rp204,28 triliun. Total aset BNI hingga semester I 2026 juga tumbuh menjadi Rp1.461 triliun dari Rp1.201,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan intermediasi dan aset yang tetap solid meskipun perseroan masih menghadapi tekanan terhadap margin bunga di tengah dinamika suku bunga dan biaya dana. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *