Rupiah Menguat ke Rp17.910 per Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak Naik
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Kamis (06/08/2026) pagi di zona positif dengan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring tren apresiasi mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Pada perdagangan pukul 09.02 WIB, rupiah di pasar spot berada di level Rp17.910 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.933 per dolar AS.
Tidak hanya rupiah, mata uang Asia lainnya juga mencatatkan penguatan. Won Korea menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar, yakni 0,36 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan naik 0,27 persen, ringgit Malaysia menguat 0,13 persen, baht Thailand bertambah 0,13 persen, peso Filipina naik 0,10 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, dolar Singapura bertambah 0,05 persen, yuan China naik 0,02 persen, serta dolar Hong Kong menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat berada di level 99,66. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level 99,67, mengindikasikan pelemahan tipis mata uang AS di pasar global.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap dolar AS masih relatif terbatas, namun cukup memberikan ruang bagi penguatan mata uang di kawasan Asia pada awal perdagangan. Data pergerakan nilai tukar ini sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis (06/08/2026), berdasarkan transaksi pasar hingga pukul 09.02 WIB.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan sentimen global, termasuk arah kebijakan moneter dan dinamika ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan hari ini. []
Redaksi01
