Bank Jago Catat 3,6 Juta Pengguna Terhubung ke Bibit dan Stockbit
JAKARTA – Integrasi layanan digital antara PT Bank Jago Tbk, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), dan PT Stockbit Sekuritas Digital (Stockbit) terus mendorong peningkatan akses investasi masyarakat. Hingga Juli 2026, sebanyak 3,6 juta pengguna aplikasi Bank Jago telah terhubung dengan ekosistem investasi Bibit dan Stockbit, sementara hampir dua juta pengguna telah memanfaatkan Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago untuk bertransaksi di pasar modal.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan strategis yang dibangun ketiga perusahaan sejak Desember 2022. Bank Jago menilai kolaborasi digital tersebut berhasil mempermudah masyarakat mengakses berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan kemitraan dengan Bibit dan Stockbit menjadi salah satu langkah penting perusahaan dalam memperluas layanan investasi digital kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital,” kata Nyoman, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (06/08/2026).
Berdasarkan data perseroan, komposisi portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit saat ini didominasi saham sebesar 48,4 persen, disusul reksa dana 38,6 persen, serta obligasi 13 persen. Dari sisi volume transaksi, saham juga menjadi instrumen yang paling aktif dengan porsi mencapai 88 persen, kemudian reksa dana sebesar 11,9 persen, dan sisanya obligasi.
Bank Jago menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai ekosistem keuangan digital, termasuk membuka peluang menghadirkan instrumen investasi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah serta perkembangan pasar.
“Selain reksadana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, kami terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital,” ujar Nyoman.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, Bank Jago juga menghadirkan fitur tampilan portofolio investasi pada aplikasi Jago. Fitur tersebut memungkinkan nasabah memantau seluruh aset investasi dari berbagai platform yang telah terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui satu tampilan terpadu.
Sementara itu, Head of Public Relations (PR) dan Corporate Communication Bibit & Stockbit William menilai kolaborasi selama lima tahun terakhir berlangsung seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, khususnya dari kalangan investor ritel dan generasi muda.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor di Indonesia telah mendekati 30 juta orang hingga akhir semester I 2026. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa investasi semakin menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang masyarakat.
William mengatakan tren tersebut juga didukung oleh kemudahan akses melalui platform digital yang memungkinkan masyarakat memilih instrumen investasi sesuai kondisi keuangan dan tujuan finansial masing-masing.
“Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan,” ujar William.
Ia menambahkan Bibit dan Stockbit kini telah melayani lebih dari 10 juta pengguna, dengan hampir 90 persen berasal dari generasi milenial dan generasi Z. Integrasi layanan dengan Bank Jago, termasuk proses pembukaan RDN, dinilai turut memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal.
“Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu. Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi,” kata William. []
Redaksi01
