Kemendag Siap Bawa Produk UMKM Perempuan Tembus Pasar Global
DENPASAR – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya memperluas akses pasar internasional bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan daya saing womenpreneur Indonesia di pasar global.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Wirya Putri saat menjadi pembicara dalam talk show bertajuk Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Usaha di Icon Mall Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (06/08/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) Bali itu juga menghadirkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Putri Suastini Koster.
Dalam paparannya, Wamendag mengungkapkan perempuan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan yang berperan sebagai penggerak ekonomi di berbagai daerah.
“Mereka telah berkecimpung dalam women entrepreneur dan berhasil membawa UMKM berkembang dengan baik, menopang ekonomi daerah, dan berhasil juga membawa pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun daerah. Makanya saya mengajak kepada setiap wanita di Indonesia untuk menjadi womenpreneur, tidak boleh takut gagal,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Media Indonesia, Kamis (06/08/2026).
Menurut Dyah, pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam berwirausaha. Selain memperluas kesempatan usaha, perempuan juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun keluarga sekaligus mencetak generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan.
“Sebagai seorang perempuan, harus tetap berdaya, tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya sebagai seorang perempuan tetapi juga tetap berkarya di bidang wirausaha perempuan. Ketika perempuan berdaya dan berwirausaha maka perempuan Indonesia juga ikut mendidik generasi bangsa untuk berkarya dan berwirausaha,” ujarnya.
Ia menambahkan Kemendag akan memfasilitasi produk UMKM yang dikelola perempuan agar mampu menembus pasar ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui jaringan Indonesia Trade Center serta atase perdagangan Indonesia di berbagai negara.
“Pemerintah melalui Kemendag akan menghubungkan produk-produk UMKM yang dikelolah oleh kaum perempuan Indonesia untuk masuk ke pasar internasional baik melalui Indonesia Trade Center maupun melalui atase perdagangan Indonesia. Pemerintah akan menghubungkan dengan 33 negara di dunia yang memiliki jaringan perdagangan dengan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster menilai perempuan Bali memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjaga kelestarian budaya, adat, dan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
“Di Bali, perempuan Bali bisa bekerja selama 24 jam mulai mengurus suami, anak, mengurus upacara keagamaan dan adat, menyiapkan perlengkapan upacara. Bali tanpa perempuan akan punah dalam ada adat dan agama,” ujarnya.
Ia berharap perempuan Bali terus meningkatkan kemampuan dan produktivitasnya sehingga mampu mempertahankan tradisi sekaligus mengembangkan usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Menurutnya, keberadaan perempuan yang berdaya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. []
Redaksi01
