Harga Sembako Terjangkau, Pasar Murah Riau Digelar hingga 22 Agustus 2026
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperluas operasi pasar murah hingga lima titik di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar pada pekan ini. Kegiatan yang berlangsung Selasa hingga Sabtu, 18-22 Agustus 2026, tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, sekaligus membantu menahan tekanan harga kebutuhan masyarakat.
Operasi pasar murah itu dijalankan Pemprov Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau bersama badan usaha milik daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah. Berbeda dari pola pekan sebelumnya yang berlangsung Senin-Jumat, pelaksanaan kali ini digeser menjadi Selasa-Sabtu karena Senin (17/08/2026) bertepatan dengan libur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan perubahan jadwal tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sepanjang pekan.
“Berbeda dengan pekan sebelumnya yang digelar Senin-Jumat, pekan ini dimulai Selasa-Sabtu. Dikarenakan kemarin bertepatan dengan Hari Libur Kemerdekaan RI,” kata Tetty, Selasa (18/08/2026).
Titik pertama operasi pasar murah digelar Selasa (18/08/2026) di Balai Pernikahan RT 01 RW 02, tepatnya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Gemerincing Air Lembah Sari, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Lokasi berikutnya berada di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim, RT 04 RW 03, Jalan Rambah Raya, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Rabu (19/08/2026).
Setelah itu, kegiatan kembali berlangsung di Pekanbaru. Pada Kamis (20/08/2026), operasi pasar murah dijadwalkan di Halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat.
Kegiatan berlanjut pada Jumat (21/08/2026) di Halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim. Adapun titik terakhir pada Sabtu (22/08/2026) berada di Halaman Swalayan Topan, Jalan Melati Panam.
Menurut Tetty, keberadaan operasi pasar murah tidak sekadar menyediakan komoditas dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga pasokan kebutuhan pokok agar tetap tersedia di tengah masyarakat.
“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty.
Sejumlah kebutuhan pokok ditawarkan dalam kegiatan tersebut. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia seharga Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan dibanderol Rp169 ribu per 10 kilogram, serta Rp84.500 per 5 kilogram.
Untuk komoditas lainnya, gula pasir dijual Rp18 ribu per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan Minyakita dipatok Rp15.500 per bungkus.
Operasi pasar murah juga menyediakan garam Krista seharga Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta telur Rp49 ribu per papan.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung pengendalian harga di tingkat konsumen. Pelaksanaan di sejumlah lokasi juga memungkinkan masyarakat di kawasan yang berbeda mendapatkan akses terhadap komoditas yang disediakan pemerintah.
Tetty mengingatkan masyarakat yang hendak berbelanja agar mengikuti ketentuan selama kegiatan berlangsung, terutama terkait antrean. Masyarakat juga diminta membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya. []
Redaksi01
