Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.864, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

JAKARTA – Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang tertinggal pada perdagangan Rabu (19/08/2026) pagi ketika mayoritas mata uang kawasan justru bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut membuat rupiah spot berada di level Rp17.864 per dolar AS pada pukul 09.14 WIB, melemah tipis 0,01 persen dari posisi sehari sebelumnya Rp17.862 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi ketika tekanan terhadap dolar AS di pasar global relatif mereda. Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat 99,62, turun dari posisi sebelumnya 99,65.

Data pergerakan mata uang Asia menunjukkan rupiah belum mampu mengikuti penguatan mayoritas mata uang kawasan. Won Korea menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS pada pagi itu, yakni 0,39 persen.

Penguatan berikutnya dicatat dolar Taiwan sebesar 0,16 persen, yen Jepang 0,12 persen, dolar Singapura 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dan yuan China 0,01 persen. Dengan demikian, pelemahan rupiah berlangsung di tengah kecenderungan positif sejumlah mata uang regional.

Pergerakan berbeda terlihat pada beberapa mata uang Asia lainnya. Peso Filipina turun 0,15 persen terhadap dolar AS, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen, sedangkan baht Thailand terkoreksi 0,10 persen.

Data tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Rabu, (19/08/2026), memperlihatkan rupiah mengalami perubahan yang relatif kecil dibandingkan sejumlah mata uang kawasan. Pelemahan 0,01 persen juga menempatkan rupiah dalam kelompok mata uang Asia yang bergerak turun pada awal perdagangan.

Di sisi lain, penurunan indeks dolar menjadi salah satu gambaran bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan tidak sepenuhnya berasal dari penguatan dolar AS. Indeks dolar turun 0,03 poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Dalam kondisi tersebut, perhatian pelaku pasar tertuju pada kemampuan rupiah menjaga stabilitas di tengah dinamika mata uang regional. Pergerakan nilai tukar Asia yang beragam menunjukkan respons masing-masing mata uang terhadap perkembangan pasar global tidak berlangsung seragam.

Pelemahan rupiah pada awal perdagangan juga menjadi bagian dari dinamika pasar valuta asing yang masih bergerak fluktuatif. Dengan posisi Rp17.864 per dolar AS, arah perdagangan rupiah selanjutnya akan tetap dipengaruhi perkembangan dolar AS serta sentimen pasar kawasan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *