Flexi Gold Bank Mega Syariah Melejit 1.796 Persen, Tembus Rp42 Miliar
JAKARTA – Pemanfaatan emas sebagai sumber pembiayaan mulai menjadi salah satu penopang pertumbuhan segmen konsumer PT Bank Mega Syariah. Produk Pembiayaan Kepemilikan Emas (Flexi Gold) mencatat pertumbuhan outstanding sebesar 1.796 persen sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, dengan nilai pembiayaan telah melampaui Rp42 miliar.
Lonjakan tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan produk pembiayaan konsumer lain yang dimiliki Bank Mega Syariah. Perkembangan ini menunjukkan perubahan pemanfaatan emas di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang lebih fleksibel.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pembiayaan masyarakat, termasuk pembiayaan dengan basis aset emas.
“Kami melihat kebutuhan pembiayaan masyarakat semakin beragam. Salah satu yang menunjukkan perkembangan cukup kuat adalah pembiayaan berbasis emas,” ujar Benadicto dalam keterangannya, Rabu (19/08/2026), sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (19/08/2026).
Menurut Benadicto, emas tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen untuk menjaga nilai kekayaan. Aset tersebut juga mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pembiayaan ketika membutuhkan dana tanpa harus kehilangan kepemilikan atas emas yang dimiliki.
“Kami melihat hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan Flexi Gold sejak mulai kami kembangkan pada akhir 2025,” sebut Benadicto.
Pertumbuhan Flexi Gold berlangsung ketika pembiayaan konsumer perbankan secara industri masih berada dalam tren positif. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kredit konsumsi perbankan nasional tumbuh 5,75 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juni 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan konsumsi masih terjaga. Kebutuhan itu mencakup pembiayaan kepemilikan hunian, kebutuhan multiguna, hingga pembiayaan yang memanfaatkan aset tertentu seperti emas.
Benadicto menilai perkembangan tersebut menjadi peluang bagi perbankan untuk memperluas pilihan produk pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan nasabah. Bank Mega Syariah pun melanjutkan pengembangan pembiayaan konsumer dengan memperhatikan kualitas pembiayaan serta prinsip kehati-hatian.
Hingga Juli 2026, total portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai Rp596,7 miliar. Nilai tersebut tumbuh 4,97 persen sejak awal tahun atau year-to-date (ytd).
Pertumbuhan Flexi Gold yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan total portofolio konsumer membuat pembiayaan berbasis emas berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis konsumer Bank Mega Syariah. Tren tersebut sekaligus memperlihatkan semakin luasnya pilihan masyarakat dalam memanfaatkan aset yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. []
Redaksi01
