IEE Series 2026 Targetkan 75.000 Pelaku Industri di Jakarta

JAKARTA – Transformasi industri menjadi fokus utama Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang akan mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, pemerintah, akademisi, investor, asosiasi, dan profesional dalam dua pekan pameran di Jakarta. Agenda tersebut menargetkan lebih dari 75.000 pengunjung industri serta melibatkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 39 negara dan wilayah.

IEE Series 2026 akan berlangsung di JIExpo Kemayoran melalui dua rangkaian, yakni Energy Week pada 2–5 September 2026 dan Engineering Week pada 9–12 September 2026. Penyelenggaraan di Jakarta menjadi momentum utama setelah rangkaian IEE Series sebelumnya menyambangi Balikpapan dan Surabaya.

Dengan area pameran lebih dari 108.000 meter persegi, IEE Series 2026 diarahkan bukan hanya sebagai ajang memperkenalkan teknologi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan lintas sektor untuk membahas kebutuhan industri, pertukaran pengetahuan, dan peluang kerja sama.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan peningkatan skala penyelenggaraan menunjukkan semakin besarnya kebutuhan industri terhadap ruang kolaborasi.

“Skala penyelenggaraan tahun ini menunjukkan bagaimana IEE Series terus berkembang sebagai platform pertemuan bagi berbagai pelaku industri. Dengan lebih dari 2.000 perusahaan peserta dan target lebih dari 75.000 trade attendees, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dalam dunia industri, melihat perkembangan solusi terbaru, serta membangun peluang bisnis dan kolaborasi,” ujar Hanung sebagaimana dilansir Tirto, Kamis (20/08/2026).

Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”. Tema tersebut menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari proses transformasi industri, termasuk melalui penguatan rantai pasok, hilirisasi, infrastruktur, energi, teknologi, digitalisasi, dan peningkatan produktivitas.

IEE Series 2026 menghadirkan 10 platform pameran yang mencakup sektor strategis, mulai dari energi, ketenagalistrikan, baterai, infrastruktur digital, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, pengelolaan air, pengecoran logam dan metalurgi, hingga manajemen kebencanaan dan perlindungan sipil.

Hanung menilai penerapan teknologi juga semakin penting bagi sektor pertambangan karena kebutuhan industri tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga keselamatan dan pengelolaan lingkungan.

“Sesuai dengan tema kami, keberlanjutan juga menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, salah satunya sektor tambang saat ini. Penerapan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional. Salah satunya melalui Mining Indonesia, kami ingin mempertemukan pelaku industri dengan berbagai teknologi dan solusi yang dapat mendukung perkembangan industri yang semakin bertanggung jawab*,*” papar Hanung Hanindito.

Selain pameran, IEE Series 2026 memperkuat sisi edukasi melalui program knowledge-sharing. Selama dua pekan, kegiatan ini menghadirkan 279 thought leaders dalam 47 sesi seminar. Program tersebut mencakup seminar, forum industri, diskusi, serta agenda business matching yang ditujukan untuk memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi.

Pada Energy Week, sebanyak empat hybrid stages, 21 sesi seminar, dan 73 thought leaders akan dihadirkan dengan dukungan 12 asosiasi. Pekan pertama mempertemukan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia.

Ketiga pameran tersebut berfokus pada teknologi ketenagalistrikan, baterai dan penyimpanan energi, serta infrastruktur digital. Keterhubungan ketiganya dinilai relevan dengan kebutuhan sistem energi yang semakin andal dan efisien seiring perkembangan elektrifikasi dan ekonomi digital.

Agenda kemudian berlanjut melalui Engineering Week pada 9–12 September 2026. Rangkaian ini menghadirkan enam hybrid stages, 26 sesi seminar, 206 thought leaders, serta dukungan 49 asosiasi.

Sejumlah pameran yang masuk dalam Engineering Week antara lain Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO (Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference), serta GIFA & METEC Indonesia sebagai special co-located exhibitions.

Rangkaian tersebut memperlihatkan keterkaitan berbagai sektor dalam mendukung transformasi industri. Construction Indonesia dan Concrete Show South-East Asia–Indonesia membawa teknologi untuk pembangunan infrastruktur, sedangkan Mining Indonesia dan Oil & Gas Indonesia menyoroti teknologi serta efisiensi sektor energi dan sumber daya.

Kehadiran Shandong Heavy Industry (SDHI) Group sebagai Platinum Sponsor turut memperkuat sektor engineering dan alat berat. Engineering Week juga akan menampilkan lebih dari 100 product displays alat berat sehingga pengunjung dapat melihat langsung berbagai peralatan dan solusi yang digunakan di sektor konstruksi, pertambangan, serta industri terkait.

Sementara itu, GIFA & METEC Indonesia memperluas cakupan melalui teknologi pengecoran, metalurgi, dan pengolahan material. Water Indonesia membahas pengelolaan sumber daya air, sedangkan ADEXCO berfokus pada ketahanan infrastruktur, manajemen kebencanaan, dan perlindungan sipil.

Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui keterlibatan berbagai asosiasi. Dalam konferensi pers IEE Series 2026, sejumlah organisasi menyampaikan perspektif sektoral, di antaranya Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO), Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia – Indonesia Mining Services Association (ASPINDO-IMSA), Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (ASPERMIGAS), Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), serta Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI).

“Bagi kami, keterlibatan berbagai asosiasi dan institusi bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan IEE Series, tetapi juga bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas. Setiap asosiasi membawa perspektif dan kebutuhan dari sektor masing-masing, dan ketika perspektif tersebut dipertemukan, kami melihat peluang yang lebih besar untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan solusi, serta membangun kolaborasi lintas industri,” tambah Hanung Hanindito.

Pamerindo Indonesia menempatkan keberlanjutan sebagai benang merah seluruh rangkaian IEE Series 2026. Implementasinya mencakup efisiensi energi dan operasional, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, penguatan infrastruktur, peningkatan produktivitas manufaktur, serta pembangunan sistem industri yang adaptif dan tangguh.

Melalui penyelenggaraan tersebut, IEE Series 2026 diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk tidak hanya melihat perkembangan teknologi, tetapi juga menemukan peluang investasi, membangun kemitraan, dan memperkuat konektivitas antarsektor. Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi industri yang lebih berkelanjutan dan selaras dengan target 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *