Bank BSN Kuasai 84 Persen KPR Subsidi Syariah, 33.222 Rumah Dibiayai

JAKARTA – Kinerja pembiayaan perumahan menjadi salah satu penopang utama ekspansi PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) setelah setahun beroperasi mandiri sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Hingga Juli 2026, Bank BSN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi sebanyak 33.222 unit, sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemain terbesar di industri perbankan syariah untuk segmen tersebut.

Capaian itu tercermin dalam kegiatan akad massal 10.000 pembiayaan yang digelar Bank BSN secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (24/08/2026). Dari total akad tersebut, pembiayaan perumahan mendominasi dengan 6.550 akad KPR Subsidi dan 1.975 akad KPR Non-Subsidi.

Jika digabungkan, pembiayaan perumahan mencapai 8.525 akad atau 85,25 persen dari keseluruhan akad massal. Adapun 1.215 akad lainnya merupakan pembiayaan non-KPR dan 260 akad merupakan pembiayaan komersial.

Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat, tersebut menjadi bagian dari peringatan Milad ke-1 Bank BSN setelah resmi beroperasi sebagai BUS. Momentum itu sekaligus memperlihatkan besarnya porsi pembiayaan hunian dalam strategi bisnis Bank BSN.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, akad massal tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. “Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adalah tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan,” kata Alex dalam siaran pers sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (24/08/2026).

Menurut Alex, fokus Bank BSN terhadap pembiayaan perumahan bukanlah strategi yang baru dibangun setelah perseroan berdiri sebagai bank syariah mandiri. Komitmen tersebut telah berkembang sejak perseroan masih menjadi Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pada 2005.

Secara akumulatif, Bank BSN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 500.000 unit KPR kepada masyarakat. Sementara itu, realisasi KPR Subsidi sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 33.222 unit.

Jumlah tersebut menempatkan Bank BSN di peringkat kedua secara nasional dalam penyaluran KPR Subsidi jika dibandingkan dengan keseluruhan industri perbankan, baik konvensional maupun syariah. Secara nasional, pangsa pasar Bank BSN pada segmen KPR Subsidi mencapai 24 persen.

” Sementara khusus di industri perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi puncak dalam penyaluran KPR Subsidi dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 84 persen,” ungkap Alex.

Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa pembiayaan rumah subsidi menjadi salah satu ceruk utama Bank BSN dalam memperluas bisnis perbankan syariah. Porsi KPR Subsidi dalam akad massal juga menjadi bukti bahwa kebutuhan hunian masyarakat masih menjadi fokus besar penyaluran pembiayaan perseroan.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menilai, kegiatan akad serentak tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penyaluran pembiayaan. Menurut dia, aktivitas tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

Akad massal dilakukan melalui jaringan 37 Kantor Cabang (KC) dan 82 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BSN. “Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah impian yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis Bank BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya,” tutur Yut Penta.

Ekspansi pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja keuangan Bank BSN. Per 31 Juli 2026, total aset perseroan mencapai Rp81,1 triliun atau meningkat 22,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan aset tersebut didukung penyaluran pembiayaan sebesar Rp62 triliun, yang tumbuh 25,7 persen secara tahunan.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank BSN mencapai Rp64,1 triliun atau tumbuh 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari kinerja tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih Rp643,6 miliar, naik 40,1 persen secara tahunan.

Bank BSN juga memperluas ekosistem layanan melalui kanal perbankan digital. Aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN tercatat memiliki 225.000 pengguna aktif hingga akhir Juli 2026, dengan volume transaksi Rp4,88 triliun dari sekitar 2 juta transaksi.

Dengan kombinasi pertumbuhan aset, pembiayaan, laba, serta dominasi pada KPR Subsidi syariah, Bank BSN memasuki tahun kedua operasionalnya dengan basis bisnis yang semakin kuat. Tantangan berikutnya ialah mempertahankan posisi tersebut sekaligus memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan syariah kepada masyarakat di berbagai daerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *