IHSG Sesi I Naik 0,60 Persen, Saham Penguat Mendominasi
JAKARTA – Mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau dan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (01/09/2026). Indeks ditutup menguat 39,035 poin atau 0,60 persen ke level 6.564,513 pada pukul 12.00 WIB.
Kenaikan indeks pada perdagangan paruh pertama hari itu ditopang oleh sembilan dari 11 indeks sektoral. Sektor perindustrian menjadi pendorong penguatan terbesar setelah naik 2,45 persen, disusul sektor energi yang menguat 1,50 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor transportasi dan logistik sebesar 1,26 persen serta sektor keuangan yang naik 1,13 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menguat 0,58 persen, sektor barang konsumen nonprimer naik 0,45 persen, dan sektor barang konsumen primer bertambah 0,34 persen.
Sektor properti dan real estate turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,33 persen, sedangkan sektor barang baku menguat tipis 0,04 persen. Di sisi lain, hanya sektor infrastruktur dan teknologi yang berada di zona merah.
Sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 0,26 persen, sedangkan sektor teknologi terkoreksi tipis 0,09 persen pada sesi pertama.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dominasi saham yang menguat. Sebanyak 385 saham mengalami kenaikan harga, sementara 221 saham melemah dan 183 saham bergerak stagnan atau flat.
Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 28,49 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,21 triliun. Data tersebut menunjukkan minat transaksi tetap berlangsung di tengah pergerakan indeks yang bertahan di zona positif.
Pada jajaran saham Indeks LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah melonjak 7,69 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menguat 7,42 persen dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kenaikan 6,25 persen.
Sementara itu, tekanan jual pada kelompok saham LQ45 dipimpin PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 3,44 persen. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 3 persen, sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,28 persen.
Pergerakan mayoritas sektor yang menguat menjadi faktor utama yang menopang IHSG pada perdagangan sesi pertama. Penguatan sektor perindustrian, energi, transportasi dan logistik, serta keuangan memberikan dorongan terhadap indeks meskipun sejumlah sektor dan saham berkapitalisasi besar masih mengalami tekanan.
Kinerja perdagangan tersebut juga memperlihatkan persebaran penguatan yang cukup luas, sebagaimana dilansir Kontan, Selasa (01/09/2026). Pergerakan perdagangan pada sesi berikutnya akan menentukan apakah dominasi saham penguat mampu dipertahankan hingga penutupan pasar. []
Redaksi01
