Kadin Buka Jalan UMKM Indonesia Tembus Pasar Singapura
JAKARTA – Akses pasar internasional bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi salah satu fokus penguatan kerja sama bisnis antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) dan Singapore Business Federation (SBF). Kolaborasi tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh informasi mengenai pasar luar negeri, tetapi juga memiliki jalur yang lebih praktis untuk memasuki perdagangan lintas negara.
Upaya itu dibahas dalam dialog bisnis tingkat tinggi yang dipimpin Ketua SBF Mark Lee di Jakarta, Rabu (02/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlaku selama dua tahun dan telah ditandatangani dalam Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat pada 6 Juli 2026.
Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, kerja sama dengan SBF diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Menurut dia, kemitraan antara dunia usaha Indonesia dan Singapura tidak berhenti pada hubungan antarlembaga, tetapi harus diterjemahkan menjadi kesempatan konkret bagi perusahaan Indonesia untuk berkembang.
“Pertemuan kami hari ini menegaskan kembali kuatnya kemitraan bisnis Indonesia-Singapura dan komitmen bersama untuk mengubah kerja sama menjadi peluang praktis, khususnya bagi UMKM Indonesia,” kata Anindya dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Liputan6, Rabu, (02/09/2026).
Salah satu instrumen yang disiapkan untuk memperluas akses tersebut adalah Indonesia Global Trading Initiative yang didukung Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia. Inisiatif ini membantu pelaku usaha memahami persyaratan perdagangan, mengenali peluang pasar yang tersedia, hingga memperoleh akses menuju pasar dan transaksi.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi penting karena salah satu tantangan UMKM dalam memasuki pasar luar negeri adalah keterbatasan informasi mengenai kebutuhan konsumen, ketentuan perdagangan, serta calon mitra bisnis. Dengan dukungan platform perdagangan berbasis kecerdasan buatan generatif, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih terarah sebelum mengambil keputusan ekspansi.
Kerja sama Kadin Indonesia dan SBF juga mencakup tiga bidang utama, yaitu digitalisasi, keterlibatan dalam kebijakan, dan pengembangan kapasitas. Ketiga aspek tersebut dirancang untuk melengkapi kebutuhan dunia usaha, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga peningkatan kemampuan menghadapi persaingan pasar regional.
Di sektor digital, SBF mengembangkan TAIA Indonesia sebagai platform perdagangan berbasis kecerdasan buatan generatif. Sementara itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha dilakukan melalui business matching dan lokakarya. Kedua pihak juga membuka ruang melalui forum bisnis serta diskusi kebijakan perdagangan untuk mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan perkembangan regulasi.
Penguatan akses pasar tersebut dinilai semakin relevan menjelang Indonesia menghadapi dinamika ekonomi kawasan Asia Tenggara. Kadin Indonesia melihat peluang kerja sama tidak hanya berada pada perdagangan barang dan investasi, tetapi juga dapat diperluas ke sektor keberlanjutan, dekarbonisasi, serta konektivitas bisnis regional.
“Menjelang ASEAN 2027, kami juga melihat peluang besar untuk memperdalam kerja sama di bidang keberlanjutan, dekarbonisasi, dan konektivitas bisnis regional. Inilah bentuk kolaborasi praktis yang dapat membantu dunia usaha di kedua negara berkembang sekaligus berkontribusi pada ASEAN yang lebih kuat,”kata dia.
Sementara itu, Mark Lee menilai hubungan bisnis Indonesia-Singapura akan memiliki arti semakin strategis ketika Singapura bersiap memegang posisi sebagai Ketua ASEAN pada 2027. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi regional.
Menurut Mark, kemitraan yang telah dibangun perlu diterjemahkan menjadi kesempatan yang terbuka bagi perusahaan dengan berbagai skala. Dengan demikian, kerja sama bisnis tidak hanya memberikan keuntungan kepada perusahaan besar, tetapi juga dapat memperluas keterlibatan UMKM dalam perdagangan dan investasi lintas negara.
“SBF berkomitmen menerjemahkan kerja sama tingkat tinggi menjadi peluang nyata bagi semua bisnis, tanpa memandang ukuran, dalam perdagangan lintas negara, investasi, dan pengembangan kapasitas,” jelas dia.
Bagi UMKM Indonesia, penguatan hubungan dengan SBF dapat menjadi salah satu jalur untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pasar regional. Selain memperoleh akses terhadap informasi dan calon mitra, pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu memenuhi standar dan persyaratan perdagangan internasional.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM mulai diarahkan tidak hanya pada penguatan pasar domestik, tetapi juga pada kemampuan memasuki rantai perdagangan regional. Dukungan teknologi, peningkatan kapasitas, serta keterhubungan dengan jaringan bisnis di Singapura diharapkan dapat memperbesar peluang UMKM Indonesia mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. []
Redaksi01
