Saham Chip Jadi Motor KOSPI, Bursa Korea Selatan Rebound 1,38 Persen

SEOUL – Pemulihan bursa saham Korea Selatan pada Kamis (03/09/2026) mendapat dorongan kuat dari sektor semikonduktor setelah saham teknologi di Wall Street kembali menguat. Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) naik 1,38 persen menjadi 6.653,32, sekaligus bangkit dari posisi terendah dalam dua pekan pada perdagangan sebelumnya.

KOSPI bertambah 90,60 poin hingga pukul 01.29 GMT. Pada Rabu (02/09/2026), indeks tersebut ditutup pada level terendah sejak 19 Agustus 2026. Perubahan arah perdagangan ini memperlihatkan kembali masuknya minat beli pada saham-saham yang sebelumnya tertekan.

Penguatan KOSPI terutama ditopang saham produsen cip. Saham Samsung Electronics meningkat 1 persen, sedangkan saham SK Hynix menguat 0,87 persen. Kenaikan tersebut berlangsung setelah Philadelphia Semiconductor Index mencatat penguatan pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen dari pasar Amerika Serikat turut memberikan dorongan. Wall Street mengalami pemulihan sebagian pada Rabu setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut. Investor mulai memburu saham dan sektor yang dinilai mengalami tekanan berlebihan akibat aksi penghindaran risiko dalam beberapa sesi sebelumnya.

Prospek industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga menjadi salah satu perhatian pasar. Broadcom memperkirakan penjualan cip untuk kebutuhan AI akan tetap kuat dalam dua tahun mendatang. Proyeksi tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI dari perusahaan teknologi besar masih berpotensi tinggi.

Kenaikan saham semikonduktor Korea Selatan kemudian merambat ke sejumlah saham utama lainnya. Saham LG Energy Solution melonjak 5,47 persen, sedangkan Hyundai Motor dan Kia masing-masing naik 1,19 persen dan 1,93 persen. Saham POSCO Holdings juga menguat 4,39 persen.

Namun, penguatan bursa belum terjadi secara menyeluruh. Saham Samsung BioLogics justru turun 0,73 persen. Dari 907 saham yang diperdagangkan, sebanyak 568 saham menguat dan 304 saham melemah.

Sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (03/09/2026), penguatan indeks juga belum sepenuhnya diikuti investor asing. Pelaku pasar asing masih membukukan jual bersih saham Korea Selatan senilai 210,3 miliar won atau sekitar 155,1 juta dolar AS.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara penguatan indeks secara keseluruhan dan keputusan investor asing. Meskipun saham-saham utama menopang kenaikan KOSPI, arus dana asing masih menunjukkan kecenderungan keluar dari pasar saham.

Tekanan juga terlihat pada pasar valuta asing. Won Korea Selatan berada di level 1.359,8 per dolar AS pada platform penyelesaian domestik, melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.359,2 per dolar AS.

Di pasar surat utang, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September naik 0,12 poin menjadi 103,07. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan turun 3,5 basis poin menjadi 3,905 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun turun 2,5 basis poin menjadi 4,379 persen. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan pasar saham berlangsung bersamaan dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah.

Dengan demikian, pemulihan KOSPI pada awal perdagangan Kamis tidak hanya mencerminkan kenaikan indeks, tetapi juga kuatnya pengaruh saham semikonduktor dan sentimen positif dari sektor teknologi global. Meski demikian, aksi jual bersih investor asing dan pelemahan won menjadi faktor yang tetap perlu diperhatikan dalam melihat keberlanjutan penguatan pasar Korea Selatan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *