IHSG Dibuka Menguat ke 6.650, BUMI hingga MBMA Jadi Top Gainers LQ45
JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa (08/09/2026) ditopang dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Di antara saham-saham unggulan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kenaikan paling tinggi dalam kelompok LQ45 dengan penguatan 5,5 persen.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG naik 0,46 persen ke level 6.650 pada pukul 09.08 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks saham utama Indonesia pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah.
Sebanyak 302 saham tercatat menguat pada awal perdagangan dan menjadi penopang pergerakan IHSG. Sementara itu, 168 saham bergerak turun dan 232 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.
Dari kelompok saham yang tergabung dalam indeks LQ45, BUMI menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Harga saham perusahaan tersebut naik 5,5 persen ke level Rp232 per saham.
Penguatan juga terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 2,7 persen menjadi Rp4.530 per saham. Selanjutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 2,9 persen ke level Rp525 per saham.
Kinerja saham-saham tersebut memberikan warna positif terhadap perdagangan awal IHSG, meskipun sejumlah saham berkapitalisasi besar justru bergerak melemah.
Di sisi lain, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi salah satu saham LQ45 yang berada di zona merah. Saham PTBA turun 1 persen menjadi Rp2.980 per saham.
Penurunan juga dialami PT Astra International Tbk (ASII), yang melemah 0,8 persen ke level Rp4.870 per saham. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turut terkoreksi 0,8 persen menjadi Rp3.880 per saham.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada awal sesi perdagangan belum terjadi secara merata di seluruh saham unggulan. Sejumlah saham mampu memberikan dorongan positif, sementara saham lainnya masih memberikan tekanan terhadap indeks.
Aktivitas transaksi di pasar saham juga cukup tinggi sejak awal perdagangan. Total volume perdagangan di BEI mencapai 3,96 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun pada waktu pengamatan tersebut.
Komposisi antara saham yang menguat, melemah, dan stagnan menjadi faktor penting dalam membaca kekuatan kenaikan IHSG. Dengan jumlah saham penguat yang lebih besar daripada saham yang terkoreksi, sentimen positif masih terlihat mendominasi perdagangan pagi.
Namun, investor tetap perlu mencermati perubahan harga saham-saham dengan kontribusi besar terhadap indeks sepanjang sesi perdagangan. Pergerakan saham unggulan dapat berubah seiring masuknya transaksi baru dan perkembangan sentimen pasar.
Dengan kondisi tersebut, arah IHSG hingga penutupan perdagangan akan sangat dipengaruhi kemampuan saham-saham penguat mempertahankan kenaikannya serta respons pasar terhadap saham-saham yang sejak awal sesi masih berada di zona merah. []
Redaksi01
