500 Pelanggan Makassar Bersiap Hadapi Pemadaman Listrik 3 Jam

MAKASSAR – Sekitar 500 pelanggan di sejumlah kawasan Makassar harus mengatur aktivitas lebih awal menyusul penghentian sementara aliran listrik pada Rabu, 9 September 2026. Pemadaman berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 09.30 hingga 12.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), saat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) melakukan pemasangan peralatan pada jaringan distribusi.

Penghentian pasokan listrik tersebut akan melibatkan 21 gardu yang berada di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan. Pekerjaan yang dilakukan berupa pemasangan Load Break Switch (LBS) Sectionalizer 20 kilovolt (kV).

Bagi warga, rentang waktu pemadaman perlu menjadi perhatian karena berada pada jam produktif menjelang siang. Rumah tangga, perkantoran, hingga pelaku usaha yang menggunakan perangkat elektronik dianjurkan menyelesaikan pekerjaan penting sebelum pukul 09.30 WITA agar aktivitas tidak mengalami gangguan berarti.

Pemadaman terjadwal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan keandalan jaringan listrik. Pemasangan LBS Sectionalizer 20 kV memungkinkan pengelolaan jaringan dilakukan secara lebih efektif, terutama ketika diperlukan pemisahan bagian tertentu pada jaringan distribusi.

Meski demikian, pekerjaan pemasangan peralatan mengharuskan pasokan listrik pada jaringan terkait dihentikan sementara. Langkah tersebut diperlukan untuk menunjang keamanan petugas sekaligus memastikan proses pekerjaan teknis dapat berlangsung sesuai rencana, sebagaimana diberitakan Tribuntrends, Rabu, (09/09/2026).

Sejumlah wilayah yang masuk dalam area terdampak antara lain Jalan Tanjung Alang, Jalan Tanjung Pattiro, Jalan Tanjung Dapura, Jalan Tanjung Rangas, Jalan Teluk Bayur Luar, Jalan Baji Dakka, Jalan Tanjung Bunga, Jalan Baji Bicara, dan Jalan Baji Passare serta kawasan di sekitarnya.

Dengan adanya informasi tersebut, pelanggan di kawasan terdampak dapat menyesuaikan kegiatan sebelum listrik dihentikan. Perangkat komunikasi juga sebaiknya telah diisi dayanya, sementara kebutuhan penerangan dan peralatan yang bergantung pada listrik dapat dipersiapkan sebelum pekerjaan dimulai.

Pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus juga perlu menyiapkan langkah antisipasi agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan. Persiapan tersebut penting terutama bagi usaha yang menggunakan mesin, perangkat kasir, komputer, pendingin ruangan, atau peralatan elektronik lainnya.

Pelanggan yang menggunakan generator set (genset) selama pemadaman juga perlu memperhatikan aspek keselamatan. Genset harus dipastikan tidak terhubung langsung dengan jaringan PLN karena arus balik (backfeed) dapat membahayakan petugas yang sedang bekerja di lapangan.

Karena itu, penggunaan sumber listrik cadangan harus dilakukan dengan sistem instalasi yang aman dan memiliki pemisah dari jaringan PLN. Penyambungan genset secara sembarangan justru dapat menimbulkan risiko bagi pelanggan maupun petugas.

PLN juga mengingatkan bahwa jadwal pekerjaan dapat mengalami perubahan berdasarkan kondisi teknis, cuaca, maupun kebutuhan pelaksanaan di lapangan. Masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi terbaru apabila terdapat penyesuaian waktu.

Pemadaman selama tiga jam tersebut diharapkan tidak hanya dipandang sebagai gangguan sementara, tetapi juga bagian dari pekerjaan untuk memperkuat sistem distribusi listrik. Dengan persiapan sejak sebelum pukul 09.30 WITA, warga dan pelaku usaha dapat meminimalkan dampak terhadap kegiatan sehari-hari selama proses pemasangan berlangsung. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *