Harga Sembako Jatim Hari Ini: Cabai Keriting Naik 2,25 Persen

SURABAYA – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (10/09/2026) menunjukkan pola yang beragam. Cabai merah keriting menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi, sementara harga daging ayam kampung dan telur ayam kampung justru mengalami penurunan.

Berdasarkan pemantauan harga rata-rata melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim pada pukul 09.40 WIB, cabai merah keriting naik Rp741 atau 2,25 persen menjadi Rp33.641 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp118 atau 0,63 persen menjadi Rp18.951 per liter. Harga telur ayam ras meningkat Rp164 atau 0,67 persen menjadi Rp24.744 per kilogram, sedangkan bawang merah naik Rp141 atau 0,53 persen menjadi Rp26.810 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Daging ayam kampung mencatat penurunan terbesar secara persentase, yakni Rp1.238 atau 1,78 persen menjadi Rp68.128 per ekor.

Harga telur ayam kampung juga turun Rp814 atau 1,78 persen menjadi Rp44.962 per kilogram. Sementara itu, daging sapi paha belakang turun Rp206 atau 0,16 persen menjadi Rp130.813 per kilogram dan daging ayam ras turun Rp135 atau 0,35 persen menjadi Rp38.726 per kilogram.

Harga cabai merah besar turut melemah Rp130 atau 0,51 persen menjadi Rp25.239 per kilogram. Adapun harga cabai rawit merah tercatat Rp64.250 per kilogram.

Untuk kelompok bahan pangan utama lainnya, beras premium berada di level Rp15.126 per kilogram, sedangkan beras medium Rp12.999 per kilogram. Gula kristal putih tercatat Rp17.247 per kilogram.

Harga minyak goreng curah mencapai Rp20.504 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp21.870 per liter, dan minyak goreng Minyakita Rp16.094 per liter.

Pada komoditas susu, susu kental manis Bendera dibanderol Rp12.349 per 370 gram, sedangkan Indomilk Rp12.391 per 370 gram. Untuk susu bubuk, harga Bendera tercatat Rp41.830 per 400 gram dan Indomilk Rp41.037 per 400 gram.

Sementara itu, harga garam bata berada di level Rp1.967 per buah dan garam halus Rp9.365 per kilogram. Bawang putih Sinco/Honan tercatat Rp29.385 per kilogram, sedangkan gas elpiji 3 kilogram berada pada harga Rp19.885.

Perbedaan arah pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar pangan tidak seragam. Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran, kondisi cuaca, biaya produksi, kebijakan pemerintah, nilai tukar, inflasi, hingga kelancaran distribusi.

Ketika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung terdorong naik. Sebaliknya, pasokan yang lebih besar dibandingkan permintaan dapat menekan harga.

Faktor produksi dan distribusi juga memiliki pengaruh besar. Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, serta upah dapat meningkatkan biaya produksi. Gangguan logistik, kemacetan, maupun persoalan pengiriman juga dapat mengurangi pasokan di pasar dan mendorong harga naik.

Kondisi cuaca menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan, khususnya untuk komoditas pertanian. Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mengganggu produksi sehingga berdampak pada ketersediaan barang.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, dan berbagai regulasi pemerintah juga dapat memengaruhi harga. Selain itu, perubahan nilai tukar dapat membuat komoditas yang bergantung pada bahan atau pasokan impor menjadi lebih mahal.

Karena harga yang tercatat merupakan harga rata-rata tingkat Jatim, harga aktual di masing-masing pasar dapat berbeda. Masyarakat pun perlu memantau perkembangan harga sebelum berbelanja agar dapat menyesuaikan kebutuhan dengan anggaran rumah tangga. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *