Rupiah Dibuka Rp17.510, Pasar Asia Bergerak Beragam
JAKARTA – Rupiah mengawali perdagangan Kamis (10/09/2026) dengan pergerakan yang nyaris tidak berubah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp17.510 per dolar AS atau hanya menguat 0,006 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.511 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut berlangsung ketika pasar valuta asing Asia menunjukkan arah yang beragam. Hingga pukul 09.00 WIB, sebagian mata uang kawasan mampu menguat, sementara sejumlah mata uang lainnya justru berada di zona merah.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia pada awal perdagangan. Mata uang tersebut menguat 0,23 persen terhadap dolar AS.
Penguatan berikutnya terjadi pada yen Jepang dan baht Thailand yang masing-masing naik 0,09 persen. Dolar Singapura menyusul dengan kenaikan 0,06 persen.
Dolar Hong Kong juga mencatat penguatan, meski sangat terbatas, yakni 0,008 persen terhadap dolar AS atau the greenback.
Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang Asia dengan pelemahan paling dalam. Mata uang tersebut terkoreksi 0,09 persen.
Peso Filipina juga melemah 0,04 persen. Ringgit Malaysia turun 0,02 persen, sedangkan yuan China terkoreksi tipis 0,01 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan mata uang kawasan belum mengarah pada tren yang seragam. Rupiah sendiri masih bergerak terbatas, dengan penguatan hanya 1 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah dan mata uang Asia selanjutnya masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat arah pasar valuta asing di tengah dinamika ekonomi global. Data perdagangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (10/09/2026). []
Redaksi01
