Pembatalan Hotel Capai 70 Persen, Pariwisata Anyer-Carita Ditata Ulang
SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menata kembali sektor pariwisata di kawasan Anyer dan Carita setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mulai mereda. Langkah tersebut dilakukan menyusul anjloknya minat wisatawan yang turut memicu pembatalan pemesanan hotel hingga 70 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan, kondisi kawasan wisata pantai Anyer-Carita saat ini dinilai aman untuk dikunjungi. Kondisi gelombang laut dan pasang surut juga disebut relatif aman dan terkendali.
“Kita akan menata kembali pariwisata Banten dengan menggaungkan pemberitaan yang positif dan optimistis bahwa kondisi di lokasi wisata aman untuk dikunjungi,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (17/09/2026).
Meski kondisi mulai membaik, dampak aktivitas GAK terhadap industri perhotelan masih terasa. Eli menyebut pembatalan pemesanan meningkat setelah wisatawan mulai mempertimbangkan kembali rencana kunjungan ke kawasan tersebut.
“Minggu pertama kejadian masih ada yang check-in karena reservasi sudah lama. Tapi setelah itu, pembatalan terus terjadi. Bahkan dari yang membatalkan pemesanan dan yang ragu mau booking, pembatalan mencapai 70 persen,” kata Eli kepada wartawan di Serang.
Penurunan pemesanan tersebut turut menekan pendapatan pelaku usaha perhotelan. Berdasarkan informasi yang diterima dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), terdapat hotel yang dilaporkan mengalami kerugian hingga belasan miliar rupiah.
“Kemarin sudah ada laporan ada hotel sudah rugi sekitar berapa Rp 15 miliar dari kegagalan orang booking gitu ya,” ungkap Eli.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Banten Paundra Bayyu Ajie mengatakan, aktivitas GAK memang memberikan dampak terhadap pemesanan kamar hotel di Anyer dan Carita.
Untuk menjaga keamanan wisatawan, Dinas Pariwisata Banten telah menerbitkan edaran mengenai keselamatan wisatawan dan pengelola destinasi. Ketentuan tersebut mengacu pada arahan Gubernur Banten serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dalam edaran itu, wisatawan diminta mengikuti arahan pihak berwenang dan tidak memasuki zona bahaya. Pengunjung juga diminta memantau informasi resmi serta menggunakan masker ketika berada di kawasan pantai sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan abu vulkanik.
“Kami menegaskan kepada seluruh wisatawan dan pengelola untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan,” ucap Paundra.
Pemprov Banten berharap pemulihan kondisi keamanan dapat diikuti dengan kembali tumbuhnya kepercayaan wisatawan terhadap destinasi di pesisir Selat Sunda. Upaya penyampaian informasi positif tersebut diarahkan untuk memulihkan aktivitas pariwisata sekaligus tetap menempatkan keselamatan pengunjung dan pengelola sebagai prioritas. []
Redaksi01
