Jambi Digital Movement Diluncurkan, UMKM Didorong Kuasai AI
JAMBI – Penguatan ekosistem digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu agenda yang didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui peluncuran Jambi Digital Movement (JDM). Komunitas tersebut diperkenalkan bersamaan dengan Seminar dan Workshop AIMPACT bertajuk “Al sebagai Solusi Cerdas dan Berdampak Nyata” di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (17/09/2026).
Peluncuran JDM menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang diikuti ratusan pelaku UMKM itu juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan usaha agar lebih adaptif terhadap perubahan pola bisnis dan pemasaran.
Seminar dan workshop tersebut dibuka Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Jambi Mulyadi yang mewakili Wali Kota Jambi. Dalam kegiatan itu, Mulyadi sekaligus meresmikan JDM sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas dan pelaku usaha di bidang digital.
Menurut Mulyadi, pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena persoalan yang dihadapi pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan produksi atau permodalan, tetapi juga perdagangan, ekonomi kreatif dan teknologi.
“UMKM ini perlu kita dukung bersama. Ada beberapa OPD yang memiliki keterkaitan langsung, termasuk sektor perdagangan dan ekonomi kreatif. Kalau kita sinergikan, pembinaan UMKM akan dapat kita maksimalkan,” ujar Mulyadi.
Ia mengatakan penguatan sektor UMKM juga berkaitan dengan karakter ekonomi Kota Jambi yang tidak bertumpu pada sumber daya alam. Karena itu, perdagangan, jasa, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan kuliner dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kota Jambi tidak memiliki basis sumber daya alam. Karena itu perdagangan, jasa, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan kuliner menjadi sektor yang sangat penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Mulyadi juga mengaitkan pengembangan ekonomi dengan konsep Kota Jambi Bahagia yang merupakan akronim dari Bersih, Aman, Harmonis, Agamis dan Inovatif. Menurut dia, unsur inovasi menjadi bagian penting agar masyarakat dan pelaku usaha mampu merespons perubahan kebutuhan pasar.
“Kalau kota kita bersih, aman dan nyaman, orang akan datang. Mereka akan beraktivitas, berbelanja, menikmati kuliner, menginap di hotel, menggunakan jasa dan berbelanja di UMKM. Semua itu akhirnya memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Selain mendorong pertumbuhan jumlah pelaku usaha, Pemkot Jambi menekankan pentingnya keberlanjutan UMKM. Kapasitas usaha perlu diperkuat agar pelaku UMKM tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga bertahan dan berkembang.
“UMKM bukan hanya kita dorong untuk tumbuh, tetapi juga harus kita kawal supaya mampu bertahan dan naik kelas,” katanya.
Dari sisi tantangan, permodalan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha, terutama mereka yang baru memulai bisnis. Pemkot Jambi karena itu menyiapkan dukungan melalui program bantuan permodalan UMKM.
Di luar akses modal, kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi kebutuhan yang semakin penting. Pelaku UMKM dituntut memahami pemasaran digital dan teknologi informasi agar tidak hanya mengandalkan toko fisik serta transaksi secara langsung.
Dalam konteks tersebut, AIMPACT menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal pemanfaatan AI dalam kegiatan usaha. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alat yang dapat digunakan untuk mendukung produktivitas, efisiensi, pemasaran, dan perluasan jangkauan pasar.
Sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang teknologi, AI, dan pengembangan usaha turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Aditya Prabowo, praktisi AI dan Delegasi AI Vocational Training China 2026 sekaligus Ketua Badan Kreativitas dan Strategi (BAKASTRA) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi; Sepriansyah dari Ruangsepri, Co-Founder AI Creator Labs dan AI Driven Content Creator; serta unsur Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Jambi.
Kegiatan itu juga melibatkan sejumlah pihak, antara lain Ikatan Alumni ITB Jambi, BAKASTRA BPD HIPMI Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Jambi, program bantuan permodalan UMKM Kota Jambi, Balai Latihan Kerja (BLK) Tematik Kota Jambi, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), kelompok usaha masyarakat, serta organisasi dan lembaga terkait.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan seminar dan workshop. Pemkot Jambi mendorong agar pengetahuan yang diperoleh pelaku UMKM diterapkan dalam kegiatan usaha sehingga pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan daya saing.
Peluncuran JDM sekaligus diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ruang kolaborasi digital yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, perbankan, akademisi, organisasi pengusaha, komunitas teknologi, dan UMKM. Dengan ekosistem tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. []
Redaksi01
